Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Vocalis Lagu “Yembo Yembo” dan Group Imekko Masih Minim Perhatian Pemerintah Daerah

197
×

Vocalis Lagu “Yembo Yembo” dan Group Imekko Masih Minim Perhatian Pemerintah Daerah

Sebarkan artikel ini

liputan4, sorong selatan 2 desember 2025

 

Sorong Selatan – Papua Barat Daya

Lagu “Yembo Yembo” merupakan salah satu karya musik daerah yang telah berhasil menarik perhatian publik hingga ke tingkat nasional bahkan internasional. Keunikan irama Dero Papua, dipadukan dengan kekuatan budaya lokal Imekko, menjadikan lagu ini sebagai identitas musikal masyarakat Papua Barat Daya. Namun di balik kepopulerannya, masih terdapat realitas yang memprihatinkan: vokalis dan para pelaku seni di balik lagu ini belum mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah daerah.

Diciptakan dan direkam pada tahun 2009 secara live menggunakan keyboard Yamaha PSR 3000, lagu “Yembo Yembo” dibawakan oleh vokalis Norce Kefire /tiba dengan sentuhan aransemen oleh Iwan Suhada. Bersama Group Imekko, karya ini seharusnya menjadi pintu bagi pemerintah daerah—khususnya Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya—untuk memberikan dukungan berkelanjutan kepada para seniman lokal.

Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, keberadaan seniman lokal Papua memegang peran penting sebagai penjaga identitas budaya. Mereka bukan hanya pencipta karya seni, tetapi juga pewaris nilai-nilai leluhur yang menjadi jati diri masyarakat Papua. Namun, peran besar ini sering kali tidak diimbangi dengan perhatian dan dukungan yang memadai.

Dalam situasi di mana budaya global terus masuk melalui teknologi dan media, seniman lokal harus mendapatkan ruang dan perlindungan khusus agar mampu mempertahankan kekayaan budaya Papua tanpa harus tersisihkan oleh perkembangan zaman. Musik tradisional, tarian daerah, cerita rakyat, hingga bahasa ibu merupakan warisan tak ternilai yang memerlukan tangan-tangan kreatif untuk terus hidup dan berkembang.

Pemerintah daerah, lembaga kebudayaan, dan masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan perhatian lebih kepada para seniman lokal. Dukungan berupa fasilitasi karya, pelatihan, promosi, serta perlindungan atas hak cipta menjadi langkah yang sangat penting agar para seniman dapat terus berkarya tanpa kekhawatiran. Modernisasi seharusnya tidak menjadi ancaman, melainkan peluang bagi budaya Papua untuk tampil di panggung yang lebih luas melalui sentuhan kreatif generasi lokal.

Memberikan perhatian khusus kepada para seniman berarti menjaga keberlangsungan identitas Papua. Mereka adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini, memastikan bahwa nilai-nilai budaya tidak hanya menjadi kenangan, tetapi tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi mendatang. Tanpa dukungan kepada seniman lokal, kita berisiko kehilangan bagian penting dari sejarah dan jati diri kita sendiri.

NORCE KEDIRE /TIBA Vocalis lagu yembo yembo

saat di jumpai di kediamannya yang cukup sederhana Norce kefire menyampaikan keprihatinannya kepada para seniman papua seperti dirinya yang masih mempertahankan musik daerah papua,namun perhatian pemerintah belum berpihak pada kami ,setidaknya perhatian itu harus ada namun sampai saat ini sepertinya kami hanya bisa bermimpi dan menghayal mendapatkan bantuan pemerintah untuk mempertahankan budaya kami,pungkasnya

Meski lagu ini telah menjadi kebanggaan masyarakat dan membawa nama budaya Imekko meluas hingga ke berbagai daerah, nasib para pencipta dan pelakunya masih jauh dari perhatian, baik dari sisi pembinaan, dukungan fasilitas, maupun perlindungan karya.

Seruan Kepada Pemerintah Daerah

Group Imekko sebagai penjaga budaya lokal membutuhkan perhatian nyata dari pemerintah. Upaya pelestarian budaya musik tradisional akan sulit berjalan jika para pelakunya tidak mendapatkan dukungan yang memadai. Pemerintah perlu:

  1. Memberikan perhatian dan pembinaan kepada vokalis serta anggota Group Imekko.

  2. Mendukung proses produksi, rekaman, dan promosi, agar karya-karya budaya lokal semakin berkembang.

  3. Melindungi dan memfasilitasi hak-hak kekayaan intelektual para seniman lokal.

  4. Membuka ruang pertunjukan, festival, dan program kebudayaan yang melibatkan seniman daerah.

  5. Menjadikan Group Imekko sebagai aset budaya daerah yang wajib dikembangkan dan dilestarikan.

Menjaga Budaya, Mengangkat Martabat Daerah

“Yembo Yembo” bukan sekadar lagu, melainkan simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Imekko serta Papua Barat Daya. Jika pemerintah memberikan perhatian yang setara dengan besarnya kontribusi lagu ini dalam memperkenalkan budaya Papua, maka Group Imekko dan para seniman lokal dapat terus berkarya dan membawa budaya daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

saya berharap pemerintah dapat memberikan kami ruang agar kami group imekko dapat mempertahan budaya serta seni musik papua di zaman modenrnisasi ini ungkapnya

karena selama ini kami jalan sesuai apa adanya yang kami miliki serta dengan peralatan yang sederhana,namu kami masih kuat berdiri mempertahan seni dan budaya musik papua khsunya lagu daerah dari wilayah imekko. (  liputan4  Tim Redaksi )


Kontak Media:

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *