Liputan4.id – Inanwatan, 31 Desember 2025
Seorang jurnalis media Liputan4 diduga menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam di Kampung Sibae, wilayah Bandara Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, pada Selasa (30/12/2025).
Peristiwa ini bermula ketika istri jurnalis tersebut, Norce Kifire, berangkat ke Distrik Inanwatan pada 26 Desember 2025 dengan izin selama tiga hari untuk berlibur bersama anak balitanya. Namun hingga lima hari berlalu, yang bersangkutan tidak memberikan kabar kepulangan ke Teminabuan.
Pihak keluarga kemudian menyampaikan informasi kepada korban terkait dugaan perselingkuhan dan pernikahan istri korban dengan pria lain di Inanwatan. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut serta menjemput istri dan anaknya, korban berangkat ke Inanwatan pada 30 Desember 2025.
Setibanya di lokasi dan saat hendak menjenguk keluarganya, korban justru diduga diserang secara tiba-tiba dan membabi buta oleh seorang pria yang kemudian diketahui
Luis Tugerfay Korban sempat melakukan upaya penyelamatan diri dan menghindar karena melihat pelaku membawa senjata tajam.
saat di tanyakan tim redaksi “saya bertujuan ke inanwatan menjemput mereka ,namun terjadi hal tak terduga istrik selingkuh dengan saudara luis tugerfay ,saya tidak pernah mengenal luis tugerfay bertemu saja tidak pernah,namun saat saya mau menengok istrik dan anak saya pelaku menyerang dengan membabibuta terhadap saya.dan saya tidakmengerti apa tujuan ‘’ namun pelaku memang sudah merencanakan apabila saya datang dia akan melakukan pembunuhan’’hal ini terumkap apa yang di sampaikan oleh istri saya yang sudah melakukan hubungan badan berungkali’’ awas dia akan bunuh kau teriaknya “kamu hati hati saja” saat penyerangan terjadi pihak keluarganya juga takut untuk melarai penyerangan ini juga di saksikan oleh banyak orang ,kejadian ini terjadi di kampung sibae wilayah bandara distrik inanwatan
Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Distrik Inanwatan. Namun korban menyampaikan akan membuat laporan resmi (LP) di Polres Sorong Selatan, serta menyerahkan persoalan rumah tangga kepada tokoh adat setempat. Meski demikian, korban menegaskan bahwa penyerangan brutal terhadap dirinya sebagai jurnalis merupakan tindakan pidana serius yang tidak dapat ditoleransi.
Kepada tim redaksi, korban menyampaikan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal terduga pelaku sebelumnya dan tidak memahami motif penyerangan tersebut. Korban juga menyebut adanya informasi bahwa penyerangan tersebut telah direncanakan apabila dirinya datang ke Inanwatan. Kejadian ini disaksikan oleh sejumlah warga, namun pihak keluarga di lokasi dilaporkan takut melerai.
Atas kejadian tersebut, korban berharap Polres Sorong Selatan segera mengambil langkah tegas dengan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku dan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku hingga ke tahap persidangan.
Tim Redaksi Liputan4 Papua Barat Daya mengecam keras segala bentuk kekerasan, terlebih yang menimpa insan pers, dan mendesak aparat penegak hukum untuk menjamin keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas maupun dalam kehidupan pribadinya.
Tim Redaksi
Liputan4.id
Papua Barat Daya

















