Jakarta,~Kompaspp.id. Akibat fragmentasi ekonomi global dan lonjakan beban fiskal. Dalam pidatonya di Jakarta, ia menyoroti fenomena di mana banyak negara terpaksa menarik pembiayaan besar demi menjaga pertumbuhan, yang pada akhirnya justru menyedot anggaran negara hanya untuk membayar utang.
➡️ Situasi ini dinilai mengorbankan alokasi krusial bagi sektor esensial seperti kesehatan, pendidikan, dan adaptasi iklim, sehingga strategi pembangunan harus disusun secara bijaksana dengan berbasis pada kepentingan nasional, bukan sekadar meniru jalur negara-negara maju.
➡️ Belajar dari keberhasilan Indonesia melewati krisis keuangan global tahun 2008, kunci utama pertahanan negara terletak pada kredibilitas dan kualitas tata kelola pemerintahan. Pelaku pasar kini tidak lagi terpaku pada deretan angka indikator ekonomi, melainkan melihat konsistensi kebijakan dan pemenuhan pemerintahan domestik secara riil
➡️ Guna menjaga keberlanjutan ekonomi ke depan, sektor regulator dituntut untuk tetap memberikan ruang inovasi keuangan bagi pasar modal dan perbankan, namun dengan pengawasan ketat agar praktik pembangunan tetap berjalan secara bertanggung jawab dan berakar pada kepentingan masyarakat luas.
(Tim)















