liputan4.id mimika 8 februari 2026
Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menyatakan dukungan penuh terhadap suksesnya kegiatan RAHASIA PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu) Korps Kadet Republik Indonesia Lanal Mimika Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan oleh Markas Besar TNI Angkatan Laut Kabupaten Mimika pada 7–8 Februari 2026.
Kegiatan PERSAMI tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar di area Bandara Lama Moses Kilangin, Kabupaten Mimika, dan diikuti oleh peserta didik dari berbagai sekolah di wilayah Mimika dan sekitarnya.
LIN Mimika menilai bahwa PERSAMI merupakan momen penting dalam pembinaan kepramukaan, karena dirancang sebagai wadah pendidikan karakter di alam terbuka yang menekankan pada nilai kemandirian, disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama tim bagi generasi muda Papua Tengah.
Namun demikian, LIN Mimika menegaskan bahwa kesuksesan PERSAMI tidak semata-mata ditentukan oleh lamanya waktu kegiatan, melainkan oleh kualitas interaksi, proses pembelajaran nilai-nilai kepramukaan, serta pengalaman positif yang diperoleh peserta.
Fleksibilitas Jadwal Jadi Kunci Keberhasilan
Menurut LIN Mimika, kegiatan PERSAMI kerap disalahpahami sebagai aktivitas yang harus mengikuti jadwal baku dan kaku. Padahal, fleksibilitas dan penyesuaian cerdas terhadap kondisi peserta dan lingkungan merupakan faktor utama keberhasilan kegiatan.
Beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan dalam perencanaan PERSAMI antara lain:
Kondisi Lokasi dan Cuaca
Cuaca yang tidak menentu atau medan yang menantang di wilayah Papua mengharuskan panitia menyesuaikan durasi serta jenis kegiatan, dengan memprioritaskan keselamatan peserta.Kalender Pendidikan
Penyesuaian dengan ujian akhir semester maupun hari libur nasional sangat penting agar kegiatan tidak membebani akademik peserta didik.Kesiapan Peserta
Untuk gugus depan atau peserta pemula, durasi 1 malam dinilai lebih efektif dibandingkan memaksakan 2 malam yang berpotensi menimbulkan kelelahan fisik dan mental.
Penekanan Perlindungan Anak dan Tahapan Usia
LIN Mimika juga menegaskan bahwa PERSAMI merupakan ranah Pramuka Penggalang dan Penegak, sementara untuk Pramuka Siaga diperlukan pendekatan yang berbeda, lebih ringan dan aman.
Beberapa aspek penting yang harus diperhatikan bagi peserta usia Siaga antara lain:
Kebutuhan Pendampingan Intensif, terutama pada malam hari.
Risiko Perkembangan, seperti ketakutan psikologis atau potensi risiko fisik yang tidak sebanding dengan manfaat edukatif.
Fokus Pembelajaran, di mana Pramuka Siaga idealnya menjalani konsep bermain sambil belajar dalam durasi singkat dan lingkungan yang lebih familier.
LIN Mimika berharap pola pelaksanaan PERSAMI yang diterapkan oleh Lanal Mimika ini dapat menjadi contoh baik bagi penyelenggaraan kegiatan kepramukaan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, serta enam provinsi lain di Tanah Papua, dengan tetap mengedepankan keselamatan, nilai edukasi, dan perlindungan peserta didik.
“PERSAMI yang baik bukan tentang lamanya perkemahan, tetapi tentang bagaimana nilai-nilai kepramukaan tertanam kuat dan menjadi pengalaman berharga bagi generasi muda Papua,” demikian penegasan LIN Mimika.
(Eneme Yaware)















