Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahNasional

LIN Kabupaten Mimika Kritik Keras Klaim Bahwa Emas dan Tembaga Papua Telah Menjamin Kehidupan Orang Papua

208
×

LIN Kabupaten Mimika Kritik Keras Klaim Bahwa Emas dan Tembaga Papua Telah Menjamin Kehidupan Orang Papua

Sebarkan artikel ini

Liputan4,id Papua tengah 7Desember 2015

LIN Kabupaten Mimika Kritik Keras Klaim Bahwa Emas dan Tembaga Papua Telah Menjamin Kehidupan Orang Papua

Mimika, Papua Tengah — Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika menyatakan kritik keras terhadap klaim bahwa kekayaan emas dan tembaga Papua telah menjamin kehidupan orang Papua di tanahnya sendiri. Klaim tersebut dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di berbagai wilayah Papua, yang hingga kini masih bergulat dengan ketimpangan sosial, persoalan lingkungan, dan ketidakadilan pengelolaan sumber daya alam.

 

Ketua lembaga investigasi negara RI Papua tengah  irianto inuri

Inilah penyampaian ketua LIN Papua tengah irianto Inuri, Tambang Grasberg yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia, sebagai salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia, memang menghasilkan pendapatan besar bagi negara dan korporasi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa manfaat tersebut belum dinikmati secara merata oleh masyarakat Papua, khususnya komunitas adat di wilayah Mimika.

1. Perspektif Positif yang Sering Dikemukakan

LIN Mimika mencatat beberapa argumen yang digunakan untuk menunjukkan dampak positif industri pertambangan, antara lain:

Kontribusi Ekonomi

Industri pertambangan di Mimika memberikan sumbangan signifikan bagi APBD/PDP daerah dan pendapatan nasional, serta membuka lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja, termasuk orang asli Papua sesuai SOP perusahaan.

Dana Otsus dan Program CSR

Sebagian pendapatan kembali ke Papua melalui Dana Otonomi Khusus dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diarahkan pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

2. Realitas Lapangan dan Tantangan Serius

LIN Mimika menyampaikan bahwa masyarakat Papua menghadapi sejumlah masalah fundamental yang belum terjawab hingga hari ini:

Kesenjangan Sosial-Ekonomi

Meski pendapatan tambang sangat besar, banyak masyarakat adat di sekitar wilayah pertambangan masih hidup dalam kemiskinan, tidak menikmati standar hidup yang layak, dan menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar.

Kerusakan Lingkungan

Aktivitas pertambangan skala besar menimbulkan dampak lingkungan berat, termasuk kerusakan sungai, hutan, dan habitat yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian tradisional.

Konflik Hak Ulayat dan Ketidakadilan Kompensasi

Pengelolaan tanah adat kerap memicu konflik sosial, karena masyarakat tidak merasa mendapatkan keadilan, baik dari segi kompensasi, pelibatan, maupun pengakuan terhadap hak-hak ulayat mereka.

3. Dampak Luas di Tanah Papua

LIN Mimika menegaskan bahwa persoalan ketimpangan manfaat pertambangan tidak hanya terjadi di Mimika, tetapi juga berdampak hingga:

Jayapura

Sorong

Fakfak

Mamberamo

Wilayah Pegunungan Tengah termasuk Wamena

Serta banyak komunitas adat lain di tanah Papua.

Persoalan ini telah berlangsung sejak tahun 1962 hingga 2025, dan berpotensi terus berlanjut jika tidak ada perubahan pola pengelolaan yang lebih adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat adat.

 

 

4. Seruan Moral Lembaga Investigasi Negara

LIN Kabupaten Mimika menyerukan bahwa pembangunan di Papua tidak boleh semata-mata mengandalkan siapa yang memimpin, melainkan harus menempatkan pemimpin yang memiliki:

Hati nurani

Integritas

Keberpihakan pada masyarakat adat

Komitmen kuat terhadap keadilan sosial

Keberanian memperjuangkan hak masyarakat Papua dan non-Papua yang hidup bersama di tanah ini

Pengelolaan sumber daya alam Papua harus mendorong kesejahteraan yang nyata, bukan sekadar angka-angka makro ekonomi yang tidak menyentuh kehidupan rakyat banyak.

Penutup

Dengan ini, Lembaga Investigasi Negara Kabupaten Mimika menegaskan kembali komitmennya untuk terus mengkritisi, mengawasi, dan menyuarakan kepentingan masyarakat adat serta seluruh warga Papua. Kekayaan emas dan tembaga Papua harus benar-benar menjadi sumber kesejahteraan, bukan sumber ketidakadilan.

Kastria Ordo van Oranje Nassau
Lembaga Investigasi Negara – Kabupaten Mimika, Papua Tengah.      liputan4.id

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *