Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum & Kriminal

559 KELUARGA JADI KORBAN, BUKAN SOAL ANGKA, INI SOAL RUMAH!

62
×

559 KELUARGA JADI KORBAN, BUKAN SOAL ANGKA, INI SOAL RUMAH!

Sebarkan artikel ini

*Sorong, 27 Oktober 2026 -* Tolong jangan lihat ini hanya sebagai angka Rp 5,9 Miliar. Di balik angka itu, ada *559 KELUARGA* yang hidupnya menggantung.

Mereka adalah bapak-bapak yang setiap bulan bayar angsuran tepat waktu. Mereka adalah ibu-ibu yang sudah menata rumahnya, sudah pasang gorden, sudah tanam bunga di depan rumah. Mereka adalah anak-anak yang sudah menganggap rumah itu adalah rumah mereka selamanya.

Tapi sampai hari ini, mereka *TIDAK PUNYA KEPASTIAN HUKUM* atas rumah yang mereka tempati itu!

Kenapa? Karena AJB mereka *TERTUNDA UNTUK KEEMPAT KALINYA.*

Bukan karena mereka tidak mau tanda tangan. Bukan karena developer tidak mau tanda tangan.

Tapi karena dana developer PT. Cahaya Keemasan Fadilah sebesar *Rp 5.922.211.438* yang diduga didebet sepihak Bank Papua Cabang Sorong tahun 2016-2018 *BELUM DIKEMBALIKAN.*

“Kami bukannya tidak mau tanda tangan AJB. Tapi bagaimana kami mau tanda tangan kalau dana perusahaan kami Rp 5,9 miliar belum dikembalikan? Kami butuh kepastian tertulis, bukan janji lisan,”_ ujar H. Sudirman.

Bayangkan Met, 559 keluarga ini sudah bayar, sudah menempati, tapi suratnya belum ada. Kalau ada apa-apa, siapa yang lindungi mereka? Kalau ada sengketa, mereka mau pegang apa?

Ini bukan lagi soal developer vs bank. Ini soal *559 KELUARGA DI PAPUA* yang haknya diabaikan!

Total dana yang didebet: *Rp 6.228.981.576*

Baru dikembalikan: *Rp 306.770.138*

Sisa yang belum dikembalikan: *Rp 5.922.211.438*

Biaya Notaris yang juga belum jelas: *Rp 6.839.307.500*

Sejak 2022 developer sudah minta penyelesaian. Audiensi *8 Juli 2026* sudah dilakukan. Bukti sudah diserahkan semua. Tapi *jawaban tertulis tidak pernah datang.*

*Untuk Bank Papua dan OJK, kami bertanya:*

Sampai kapan 559 keluarga ini harus menunggu?

Sampai kapan anak-anak mereka harus hidup tanpa kepastian atas rumahnya sendiri?

Apakah 559 keluarga ini tidak layak mendapatkan keadilan?

*TUNTUTAN KAMI TETAP SAMA:*

1. Kembalikan Rp 5.922.211.438

2. Selesaikan rekonsiliasi biaya Notaris Rp 6,8 Miliar

3. Berikan jawaban tertulis resmi

4. Jangan korbankan 559 keluarga lagi!

*RUMAH SUDAH DITEMPATI, TAPI SURATNYA BELUM ADA!*

*INI TIDAK ADIL!*

#BeritaKe5 #559Keluarga #BankPapua #AJBTertunda #OJK #KeadilanUntukRakyatPapua #Sorong

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *