Liputan4.id teminabuan 11 September 2025
Te
rlihat di salah satu sudut kampung di Sorong Selatan, Papua Barat daya tepatnya di kampung sayolo teminabuan Papua Barat daya.
aktifitas anak anak Papua yang mau berusaha demi kelangsungan hidup anak anak mereka ,mencoba untuk berusaha dengan mengelola udang yang di hasilkan dari menjala .
Salah satu anak Papua yang juga sebagai nelayan udang jala Norce kefire, menjelaskan bahwa ,dengan mengelola udang seperti ini butuh kesabaran serta harus bisa bersaing dengan pengusaha besar yang ada di Sorong Selatan dan bahkan di Papua Barat daya, ungkapnya
Saya selaku anak asli Papua mencoba menggerakkan roda perekonomian masyarakat nelayan khususnya nelayan penjala, yang mana sampai saat ini belum pernah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Sorong Selatan,sebagaimana hasil mereka di jual kepasar namun terkadang tidak seimbang dengan tenaga dan modal yang di keluarkan dan bahkan udang kami tidak laku di jual. Di sebabkan kurangnya pembeli bagi udang mereka,Pungkasnya..
Saya mencoba mencari solusinya untuk mengangkat perekonomian nelayan agar udang mereka juga bisa langsung menghasilkan uang dengan bekerja sama dengan pembeli dari kota Sorong,namun terkendala dengan beberapa faktor terkait modal
Dengan mengangkat perekonomian nelayan kampung sayolo khususnya penjala udang ,saya dengan beberapa anak muda berusaha menghimpun hasil jala mereka dengan menjual kepada pembeli dari Sorong,hal ini mulai berjalan dengan baik walaupun setiap hari baru bisa mengirim 50 kg setiap harinya asalkan nelayan yang selama ini hasil udang mereka di kepasar yang belum tentu habis terjual, ungkapnya.
Saya berharap agar pemerintah mau mendukung anak anak Papua yang mau berusaha demi mempertahankan hidupnya demi masa depan , sehingga pengangkatan sumbernya manusia Papua ,bukan cuma pendidikan dan kesehatan,namun seperti kami ini juga butuh perhatian “Pungkasnya.
(Frengky) Jurnalis















