liputan4.id sorong selatan 10 februari 2026
Sorong Selatan – Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, umat Muslim di Kabupaten Sorong Selatan dihadapkan pada situasi ekonomi yang cukup memprihatinkan. Kondisi tersebut dirasakan oleh sebagian besar masyarakat, khususnya kalangan ekonomi kecil dan menengah, yang mengalami penurunan daya beli serta keterbatasan penghasilan.
Meski demikian, situasi ekonomi yang sulit tidak mengurangi niat dan semangat umat Muslim untuk tetap menjalankan ibadah puasa. Ramadhan tetap disambut dengan penuh keikhlasan dan keteguhan iman sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Salah satu warga Muslim Sorong Selatan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi saat ini memang sangat dirasakan oleh masyarakat. Kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, sementara penghasilan masyarakat cenderung tidak menentu.
“Keadaan ekonomi sekarang memang sangat berat. Banyak kebutuhan rumah tangga yang sulit terpenuhi, tetapi sebagai umat Muslim, puasa tetap kami jalankan dengan niat yang tulus dan penuh kesabaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Bulan Suci Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta saling membantu antar sesama, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.
Masyarakat berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun elemen sosial lainnya, guna membantu meringankan beban ekonomi warga selama bulan Ramadhan. Bantuan sosial, pasar murah, serta kepedulian bersama dinilai sangat dibutuhkan agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan tenang.
Ramadhan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan, solidaritas, dan semangat kebersamaan di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat Kabupaten Sorong Selatan.
liputan4.id teminabuan ( frengky )
















