Makassar ~Liputan4.id. Banyak orang merasa perlu berbicara lebih dulu sebelum benar-benar mengetahui apa yang sedang dibahas. Ketika informasi yang dimiliki hanya sepotong-sepotong, pikiran mengisi kekosongan dengan asumsi.
Ketua dewan redaksi JP menyampaikan pendapat yang rapuh. Inilah sebabnya mengapa banyak argumen terdengar keras, tetapi tidak memiliki kedalaman yang memadai.
Kurangnya data membuat seseorang mudah terjebak pada kesimpulan yang tergesa-gesa. Mereka merespons berdasarkan pengalaman pribadi yang terbatas atau emosi sesaat, tanpa menyadari bahwa kenyataan jauh lebih luas daripada apa yang terlihat. Semakin sedikit pengetahuan yang dimiliki, semakin besar kecenderungan seseorang untuk merasa yakin. Dan keyakinan seperti itu sering menutup pintu bagi pemahaman baru.
Sikap bijak adalah menahan pendapat sampai gambaran yang lebih lengkap terbentuk. Dengan meluangkan waktu untuk mendengar, mengamati, dan mempelajari, seseorang dapat membangun pandangan yang jauh lebih akurat. Pemahaman yang dalam membuat opini menjadi tenang, tidak tergesa, dan lebih bermanfaat bagi diri maupun orang lain.
Editor al-Fatirh
Reporter: Museni















