Jakarta ~ Liputan4.id Rabu.(17/09/2025)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan, KUR ini akan menjadi program perdana dalam sejarah yang ditujukan khusus untuk sektor perumahan. “Kami merencanakan untuk KUR perumahan. Itu pertama kali sepanjang sejarah ada KUR perumahan, dan kemungkinan dijalankan di awal bulan Oktober,” ujar Maruarar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025).
KUR tersebut dialokasikan Rp117 triliun untuk sisi pasokan (supply) dan Rp13 triliun untuk sisi permintaan (demand). Pemerintah menurunkan bunga KUR supply menjadi 5 persen, sementara plafon KUR demand ditetapkan hingga Rp500 juta dengan bunga 6 persen. “Dari segi demand, itu bisa buat homestay, UMKM kuliner, hingga fashion, dengan plafon Rp500 juta dan bunga 6 persen. Itu bagus banget,” kata pria yang akrab disapa Ara itu.
Selain KUR, pemerintah juga menyiapkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk merenovasi 400.000 rumah pada 2026. Sejumlah program lain juga akan digarap bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Sarana Multi Infrastruktur (SMF), dan lembaga terkait. Maruarar menegaskan, program ini ditujukan agar masyarakat bisa memanfaatkan rumah tidak hanya sebagai hunian, tetapi juga untuk usaha.
(Red/Tim)















