Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukum & KriminalInternasionalNasional

LIN Papua Tengah Kritik Penanganan Masalah Papua: Desak Pendekatan Humanis, Dialog Substantif, dan Pembangunan Berkeadilan

87
×

LIN Papua Tengah Kritik Penanganan Masalah Papua: Desak Pendekatan Humanis, Dialog Substantif, dan Pembangunan Berkeadilan

Sebarkan artikel ini

liputan4,id mimika 23 november 2025

Papua Tengah — Lembaga Informasi Nusantara (LIN) Kabupaten Papua Tengah menyampaikan kritik konstruktif terhadap kondisi Papua saat ini, yang dinilai masih diwarnai konflik bersenjata, pelanggaran HAM, ketimpangan pembangunan, rendahnya kualitas pendidikan, serta eksploitasi sumber daya alam yang berdampak pada masyarakat adat dan lingkungan hidup.Konflik & Keamanan: Kekerasan Masih Terjadi, Masyarakat Sipil Jadi KorbanLIN menyoroti bahwa konflik antara aparat keamanan dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menjadi isu dominan di banyak wilayah Papua. Insiden kekerasan yang terus terjadi berdampak langsung pada masyarakat sipil, termasuk pengungsian, hilangnya rasa aman, dan terganggunya aktivitas ekonomi serta pendidikan.

Selain itu, berbagai laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penyiksaan, pembunuhan, tindakan intimidasi, dan kekerasan terhadap perempuan, perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah. LIN menegaskan bahwa penanganan konflik harus mengutamakan perlindungan warga sipil serta transparansi dalam proses hukum.Pendidikan & Kesejahteraan: Ketimpangan Masih Terlihat Jelas Dalam bidang pendidikan, LIN menegaskan bahwa tantangan Papua bukan sekadar minimnya fasilitas, tetapi juga kekurangan tenaga pendidik akibat kondisi geografis dan situasi keamanan. Hal ini menyebabkan banyak sekolah tidak bisa beroperasi secara optimal.Data menunjukkan lebih dari 600 ribu anak di Papua tidak bersekolah atau tidak menyelesaikan pendidikan, menggambarkan urgensi intervensi kebijakan yang lebih terarah.Meskipun pemerintah telah menyalurkan dana otonomi khusus (Otsus) dan berbagai program pemberdayaan, pembangunan yang merata masih menjadi tantangan besar di tingkat distrik dan kampung.Sumber Daya Alam & Lingkungan: Eksploitasi yang Tidak BerkelanjutanLIN mengingatkan bahwa eksploitasi sumber daya alam seperti hutan, tambang, dan wilayah adat harus disertai prinsip keberlanjutan. Kekhawatiran masyarakat adat terhadap kerusakan hutan dan hilangnya ruang hidup tradisional terus meningkat.Masalah ini semakin kompleks karena banyak masyarakat adat merasa tidak dilibatkan secara layak dalam proses perizinan dan pengambilan keputusan.Isu Tambahan: Bencana, Diskriminasi, dan Perlunya DiplomasiWilayah Papua rentan terhadap bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

LIN menilai mitigasi bencana belum optimal di banyak daerah, sehingga masyarakat tetap berada dalam kondisi rentan.Masalah lain yang masih mengemuka adalah diskriminasi rasial, yang menambah luka sosial dan mempersulit upaya rekonsiliasi.LIN menegaskan bahwa dialog yang lebih mendalam, jujur, dan setara antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh gereja, tokoh perempuan, dan kelompok sipil sangat diperlukan untuk mengatasi akar masalah Papua, bukan hanya dengan pendekatan keamanan.

Pernyataan Resmi LIN Papua Tengah“Papua membutuhkan pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan. Keamanan penting, tetapi penanganan yang terlalu fokus pada operasi aparat tidak akan pernah menyelesaikan akar persoalan. Dialog inklusif dan pembangunan yang berkeadilan adalah kunci,” tegas perwakilan LIN Papua Tengah.LIN menekankan komitmen untuk terus memantau situasi, memberikan edukasi publik, serta mendorong keterlibatan masyarakat adat dalam pengambilan keputusan terkait wilayah dan hak-hak mereka.

irianto inuri .

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *