liputan4.id mimika 9 Desember 2025
l
Mimika, Papua Tengah —
Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika menegaskan pentingnya penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Papua melalui jalur Non-Formal Edukasi (NFE), pendidikan vokasional, serta pelatihan kerja berbasis keterampilan. Upaya ini dinilai strategis untuk mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja asli Papua sehingga mampu bersaing dalam industri modern, khususnya sektor pertambangan di Mimika.
LIN menilai bahwa pemerintah telah menunjukkan keberpihakan terhadap peningkatan SDM Orang Asli Papua (OAP) melalui penyediaan fasilitas pendidikan formal maupun non-formal. Program pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) atau yang sebelumnya dikenal sebagai VTC, menjadi bagian penting dalam membangun SDM lokal.
Selain itu, LIN juga pernah melakukan pemantauan terhadap Yayasan Nemangkawi Mining Institute (NMI) yang berada di bawah PT Freeport Indonesia, sebuah lembaga vokasi non-formal yang memiliki 15 jurusan dan fokus pada pengembangan kompetensi pemuda-pemudi Papua.
Peran Yayasan Nemangkawi (NMI) bagi SDM Papua
Yayasan Nemangkawi (NMI) merupakan pusat pendidikan vokasional yang didirikan oleh PT Freeport Indonesia sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). LIN menekankan bahwa keberadaan NMI telah memberikan dampak nyata melalui tujuan-tujuan berikut:
1. Pengembangan SDM Lokal
Memberikan akses pendidikan dan pelatihan kepada generasi pria dan wanita asli Papua—meliputi tiga kategori penerimaan (Bapak Papua, Mama Papua, Mama & Bapak Papua)—untuk memasuki dunia industri dan dunia kerja modern.
2. Penyediaan Tenaga Kerja Terampil
Mempersiapkan peserta didik agar memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan di PT Freeport Indonesia maupun perusahaan kontraktor yang beroperasi di wilayah Papua.
3. Peningkatan Daya Saing SDM Papua
Membangun kemampuan kerja yang kompetitif bagi pemuda dari tujuh wilayah adat Papua:
Mamta (Tabi), Saireri, Domberai, Bomberai, Meepago, Lapago, dan Animha.
4. Pemberdayaan Masyarakat Papua
Melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, NMI menjadi pusat yang mencetak generasi Papua yang unggul untuk mendukung keberlanjutan pembangunan di Papua Tengah, khususnya wilayah Mimika.
Dukungan LIN untuk Pengembangan NFE, BLK, dan Dunia Industri
Ketua LIN Kabupaten Mimika, Kastria Ordo van Oranje Nassau, menegaskan bahwa penguatan SDM harus dilakukan melalui kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor industri. Industri, termasuk PT Freeport Indonesia, diharapkan tidak hanya mengandalkan program CSR, tetapi terlibat aktif dalam program pengembangan kapasitas masyarakat Papua secara berkelanjutan.
LIN meminta agar pelatihan keterampilan yang sangat diperlukan di Papua terus ditingkatkan, terutama di bidang:
Perencanaan (planner)
Informatika
Mekanik
Drilling
Pengelasan (welding)
serta kompetensi teknik lainnya
Pelatihan ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga terampil di sektor industri dan kontraktor, terutama mengingat PT Freeport Indonesia merupakan satu-satunya industri pertambangan terbesar di Papua yang menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan.
Data tahun 2024 menunjukkan bahwa jumlah pekerja langsung dan kontraktor di lingkungan PT Freeport Indonesia mencapai lebih dari 30.000 orang, yang berasal dari ratusan perusahaan kontraktor yang beroperasi di wilayah Mimika.
Pendidikan Vokasional: Kunci Pembangunan SDM Papua
LIN juga menyoroti bahwa negara-negara maju telah berhasil meningkatkan kualitas tenaga kerjanya melalui pendidikan vokasional. Pendidikan vokasional memiliki karakteristik:
Praktik langsung & simulasi
Kurikulum berbasis industri
Keseimbangan antara profesionalisme dan kewirausahaan
Tersedia di SMK, Politeknik, D1–D4, serta jalur non-formal
Karena itu, LIN mendorong agar pendidikan vokasional di Papua, baik yang bersifat formal maupun non-formal, terus dikembangkan untuk mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat Papua secara menyeluruh.
Harapan LIN
LIN berharap seluruh generasi muda Papua dapat memanfaatkan peluang pelatihan, termasuk magang di pusat-pusat pendidikan vokasi seperti BLK dan Yayasan NMI. Peserta diharapkan menjaga disiplin, performa, dan etika kerja selama proses pelatihan agar siap memasuki budaya industri di sektor pertambangan.
“Penguatan pendidikan non-formal dan vokasional adalah kunci agar orang Papua dapat bersaing dan berdiri sejajar dengan tenaga kerja dari luar Papua. Kami mendukung penuh semua kebijakan PT Freeport Indonesia dan pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan bagi generasi Papua.”
Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor industri, diharapkan SDM Papua akan terus berkembang dan mampu menjadi pilar penting dalam pembangunan di Tanah Papua.
— Kastria Ordo van Oranje Nassau,

















