Liputan4.papua tengah 9 Desember 2025
Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika memberikan dukungan penuh terhadap lulusan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) yang telah diwisuda sebagai Wisudawan Angkatan ke-34 Tahun Akademik 2024–2025 pada 2 Oktober 2025, berdasarkan Keputusan Rektor No. 077/KPTS/USTJ/X/2025. Dalam wisuda tersebut, sebanyak 539 lulusan resmi ditetapkan, terdiri dari 397 lulusan sarjana dan 142 lulusan diploma yang berasal dari lima fakultas strategis.
Profil Lulusan Angkatan ke-34 USTJ 2025
Total Lulusan: 539 orang
Sarjana: 397 Diploma: 142 Fakultas dan Jumlah Lulusan:Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan (FTSP): 146 Sarjana
Fakultas Teknologi Industri & Kebumian (FTIKB): 80 Sarjana
Fakultas Ilmu Komputer & Manajemen (FIKM): 102 Sarjana
Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES): 142 Diploma
Fakultas Ekonomi, Sastra & Sosial Politik (FESSP): 69 Sarjana

USTJ juga memberikan penghargaan kepada lulusan berpredikat pujian (cum laude) dengan IPK di atas 3,50, sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik terbaik.
LIN Mimika: Prioritaskan Lulusan Teknik Asli Papua dalam Pembangunan Daerah
LIN Kabupaten Mimika menegaskan bahwa lulusan asli Papua—khususnya dari bidang teknik, teknologi, kebumian, dan perencanaan—harus mendapat prioritas utama dalam proses rekrutmen di instansi pemerintah, BUMN/BUMD, dan perusahaan swasta, khususnya perusahaan yang beroperasi di wilayah pertambangan, energi, konstruksi, dan proyek strategis daerah.
Tujuan dan Manfaat Strategis Penggunaan Lulusan Teknik Asli Papua
1. Mendorong Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan
Lulusan teknik dari Papua memiliki kompetensi yang dipadukan dengan pemahaman kontekstual terhadap kondisi geografis, sosial, budaya, dan lingkungan di tanah Papua. Mereka mampu merancang solusi teknis yang relevan secara lokal dan selaras dengan kebutuhan masyarakat adat.
2. Pemberdayaan SDM Lokal
Mempekerjakan lulusan asli Papua merupakan bagian dari kebijakan afirmasi untuk memutus kesenjangan pendidikan dan ekonomi. Hal ini meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat posisi anak-anak Papua dalam sektor profesional dan teknis.
3. Integrasi Kearifan Lokal dalam Teknologi Modern
Lulusan lokal dapat menggabungkan pengetahuan modern dengan kearifan tradisional—menciptakan pendekatan teknis yang lebih holistik, ramah lingkungan, dan sesuai dengan karakteristik sosial masyarakat Papua.
4. Kepatuhan terhadap Regulasi Otonomi Khusus (UU Otsus)
UU Otonomi Khusus Papua mengatur kewajiban bagi perusahaan untuk memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP) dalam perekrutan tenaga kerja. Ketaatan terhadap regulasi tersebut akan menciptakan hubungan industrial yang harmonis serta mendukung operasional perusahaan secara legal.
5. Stabilitas Sosial dan Keberterimaan Proyek
Keterlibatan tenaga ahli lokal meningkatkan kepercayaan, dukungan, dan partisipasi masyarakat, sehingga mengurangi potensi konflik sosial dan memastikan kelancaran proyek pembangunan.
6. Mengurangi Kesenjangan dan Menciptakan Multiplier Effect Ekonomi
Kesempatan kerja bagi lulusan Papua akan menciptakan peningkatan kesejahteraan, daya beli, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Dampak ekonomi positif ini akan menyebar ke berbagai sektor masyarakat.
Pernyataan Resmi LIN Mimika
“Lembaga Investigasi Negara Kabupaten Mimika mendorong pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengutamakan lulusan asli Papua, khususnya para sarjana teknik, dalam setiap agenda pembangunan di wilayah Papua Tengah. Ini bukan hanya kewajiban moral dan regulatif, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan Papua yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.”
LIN Mimika juga mengapresiasi seluruh lulusan USTJ Angkatan ke-34 dan menyampaikan selamat kepada wisudawan yang telah mengharumkan nama Papua lewat capaian akademik mereka.
Siaran pers ini disusun oleh:
Kastria Ordo van Oranje Nassau
Untuk Lembaga Investigasi Negara Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

















