Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Jabatan Digunakan Sebagai Senjata Menyingkirkan Mereka Yang dianggap  Mengganggu 

84
×

Jabatan Digunakan Sebagai Senjata Menyingkirkan Mereka Yang dianggap  Mengganggu 

Sebarkan artikel ini

Jeneponto,~Liputan4.id.  Di sebuah ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat persemaian nilai-nilai moral, sebuah tragedi kemanusiaan justru terjadi. Kabar dari SDN 7 Bontoramba, Jeneponto, menyisakan rasa perih bagi siapa saja yang masih memiliki nurani. Seorang kepala sekolah—sosok yang seharusnya menjadi pengayom—memilih menggunakan tangan besinya untuk memutus harapan seorang guru honorer.

​Hanya karena berani bersuara dan mempertanyakan kebijakan, guru tersebut dipecat secara lisan. Sebuah tindakan yang tidak hanya melanggar prosedur hukum, tetapi juga melukai martabat seorang pendidik yang telah mengabdi meski dengan upah yang tak seberapa

Aktivis pemuda, Rais Al Jihad, dengan lantang menyuarakan kegelisahan publik. Ia menyoroti betapa arogansi telah membutakan penguasa sekolah tersebut.

​:Jabatan digunakan sebagai senjata untuk menyingkirkan mereka yang dianggap “mengganggu”.

Bagaimana mungkin dunia pendidikan mengajarkan budi pekerti jika pemimpinnya mempertontonkan tindakan antikritik?

​”Ini bukan sekadar masalah administrasi sekolah, ini adalah bentuk penindasan nyata terhadap kaum5 yang lemah secara struktural,” tegas Rais dalam kecamannya.

Kini, bola panas ada di tangan PLH Kepala Dinas Pendidikan Jeneponto. Publik menunggu, apakah hukum akan memihak pada mereka yang benar, atau justru melindungi mereka yang punya kuasa?

​Jika tindakan arogan seperti ini dibiarkan tanpa sanksi tegas berupa pencopotan jabatan, maka pesan yang sampai ke masyarakat adalah: “Jangan berani jujur jika ingin selamat.” Dan itu adalah lonceng kematian bagi demokrasi di lingkungan sekolah.

​Jika tuntutan ini diabaikan, jalanan akan menjadi saksi bahwa rakyat tidak akan diam melihat guru honorer dizalimi. Karena pada akhirnya, pendidikan tidak boleh dipimpin oleh mereka yang hanya paham cara memerintah, tapi buta cara menghargai manusia.

(Tim)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *