Makassar ~ Liputan4indinesia.id Jum’at.(28/November/2025)
Retorika buat bikin kamu percaya: “Kopi ini bikin fokus 10x lipat.” Fokus versi siapa? Sebatas rasa segar 15 menit.
Itu namanya pemotongan definisi dan kamu baru ketipu
nggak bilang emosi itu buruk. Dia bilang: kalau emosi dipakai buat nutupi keburukan logika, itu penipuan.
Iklan bikin kamu nangis, terharu, atau FOMO, bukan karena produknya bagus, tapi karena kamu disetir buat ngerasa kurang tanpa itu.
massa lebih gampang percaya pada “susunan kata yang enak didengar” daripada argumen rumit tapi benar. Iklan tahu ini.
Mereka nggak jual produk, mereka jual perasaan. Dan kamu yang bayar.
.
Jadi, gimana cara keluar? Belajar logika. Baca ulang iklan. Tanya: ini fakta atau emosi? Ini bukti atau hanya kata-kata manis?
kebijakan sejati adalah ketika kamu bisa bedakan jalan yang benar dari jalan yang hanya terlihat benar. Jangan sampai kamu jadi bagian dari massa yang tertipu dan bangga karenanya”Ujar (JP)
(Tim)















