KOMPASPP.ID, GOWA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis, mengakui belum ada anggaran untuk pemeliharaan tanaman di taman kota tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan usai sorotan warga terkait pot bunga besar di samping Museum Balla Lompoa yang sempat tak terawat.
Sebelumnya, warga Somba Opu, Astri, mengeluhkan kondisi pot berwarna oranye di Jl. Habibu Daeng Kulle, Kel. Sungguminasa, Kec. Somba Opu. “Sayang sekali pot sebesar itu tidak dirawat. Banyak tanaman liar, rumput kering, cat memudar, potnya pecah-pecah. Merusak estetika kota,” ujar Astri kepada *KOMPASPP.ID*, Rabu 29/4/2026.
Menanggapi keluhan itu, DLH Gowa langsung bergerak. Pantauan *KOMPASPP.ID* Kamis 1/5/2026, pot-pot tersebut sudah dibersihkan dan kembali ditanami. Tanah kering sudah diganti, tanaman baru mulai tumbuh.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kadis LH Gowa Azhari Azis membenarkan. “Sementara belum dianggarkan, karena ini pengadaannya dulu waktu masih bergabung bidang kebersihan dengan Dinas PU,” katanya.
Azhari mengarahkan untuk koordinasi lebih lanjut ke Kabid baru, sebab Kabid lama sudah pindah ke Bappeda. “Silakan temui Pak Kabid yang baru,” ujarnya.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Gowa, Andi Abd Kadir, yang baru menjabat menggantikan Fachrun, membenarkan hal serupa saat ditemui Kamis 30/4/2026. Didampingi kepala seksinya, Andika — sapaan akrabnya — menyebut anggaran pemeliharaan taman memang sudah lama nihil.
“Sebelumnya pernah ada, sebelum Covid. Tapi sudah beberapa tahun ini dana pemeliharaannya memang tidak ada lagi. Insya Allah tahun depan sudah bisa dianggarkan,” tegas Andika, mantan Lurah Tompobalang.
*Catatan http://KOMPASPP.ID:* Penataan taman & pemeliharaan RTH merupakan amanat *UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang* dan *Permen LHK No. P.70/2016*. Estetika kota jadi wajah daerah, apalagi di kawasan ikonik seperti Balla Lompoa.
Publik kini menanti realisasi janji DLH Gowa agar kejadian pot tak terawat tidak terulang di 2026-2027.
*[Tim http://KOMPASPP.ID]*















