Jeneponto ~ Liputan4indonesia.id Jamal pamungkas ketua dewan redaksi Liputan4 Selalu berfikir Positif orang yang prasangka negatif lahir dari jarak dan ketidakpahaman. Buruk sangka muncul ketika seseorang menilai tanpa kedalaman, tanpa empati, dan tanpa kesediaan untuk memahami. Sebaliknya, orang yang benar-benar mengenal tidak mudah menuduh, mencurigai, atau menilai secara tergesa-gesa.
Bagian “seseorang yang mengenalmu dengan hatinya” mengandung makna pengenalan yang bersifat empatik dan penuh kehadiran batin. Mengenal dengan hati berarti memahami niat, pergulatan, dan keterbatasan manusiawi di balik sikap dan kata-kata. Ia melihat manusia sebagai makhluk yang berproses, bukan sebagai sosok yang sempurna. Dari pengenalan inilah lahir sikap memaklumi, bukan menghakimi.
Sebaliknya, frasa “bukan dengan matanya” mengkritik penilaian yang hanya bersandar pada tampilan luar: perilaku sesaat, ekspresi, status, atau kesalahan yang tampak. Mata hanya menangkap permukaan, sementara hati mampu menyelami kedalaman. Penilaian yang lahir dari penglihatan semata sering kaku, dangkal, dan mudah terjebak prasangka.
Secara keseluruhan, ungkapan ini mengajarkan bahwa kedekatan sejati melahirkan kebaikan sangka. Semakin seseorang mengenal dengan hati, semakin ia mampu menahan prasangka dan memilih pemahaman. Dalam hubungan antarmanusia, pengenalan batin adalah jembatan menuju kepercayaan, kedamaian, dan kasih yang lebih tulus.
Reporter : Udin
Editor al-Fatir















