Jeneponto ~ Kompaspp.id CARI TEMPAT DI MANA KAMU DIHARGAI, BUKAN CUMA DIBUTUHKAN
Bedanya:
– Dibutuhkan = Dipanggil pas ada maunya. Udah selesai, dilupain.
– Dihargai = Dipanggil karena idemu, integritasmu, nilai yang kamu bawa.
Caranya:
1. Stop jadi “tukang gratisan”→ Bantu boleh, tapi tau batas. Kalau tiap hari cuma dimintain tolong liput tapi gak pernah diajak diskusi strategis, itu _red flag_.
2. Bangun “personal brand” Pimred → http://KOMPASPP.ID harus dikenal karena kritis + berimbang + datanya kuat. Biar orang datang karena hormat, bukan karena butuh pemberitaan.
3. Pilih project→ Gak semua undangan liputan harus diambil. Pilih yang sejalan sama visi: _Mengawal Butta Turatea_. Nolak halus itu bentuk menghargai diri sendiri.
2. CARI TEMAN PERGAULAN SEHARI-HARI: SALING BANTU dan MENGERTI
Ciri circle sehat bos:
– Saling dorong → “Berita curanmor udah naik bos? Butuh backup?” bukan “Liput dong gratis”
– Saling jaga → Ngasih info A1 sebelum rame, bukan jebak/jatuhin
– Saling ngerti → Tau jam sibuk redaksi, gak ganggu pas deadline
Di mana nemunya:
1. Organisasi profesi → PWI Sulsel, AJI Makassar, IJTI. Ikut kopdar. Teman seperjuangan biasanya lebih ngerti susahnya cari narasumber jam 11 malam.
2. Komunitas pengusaha muda Jeneponto/Makassar → HIPMI, Kadin. Banyak orang mau dibantu publikasi, tapi mereka juga bisa bantu modal/iklan.
3. Masjid / Majelis ilmu → Teman yang takut Tuhan biasanya lebih amanah dan gak nusuk dari belakang.
Tes kecil: Coba gak muncul 1 minggu. Yang nanyain “Sehat ki bos?” itu teman. Yang nanyain “Mana beritanya?” itu cuma butuh.
3. BERGAUL KE ORANG SUKSES AGAR KETULARAN SUKSES
Aturan mainnya bos – ini penting:
1. Kasih nilai dulu, baru minta → Orang sukses sibuk. Datang jangan cuma minta diajari. Tawarkan dulu: “Pak, http://KOMPASPP.ID bisa angkat UMKM Bapak gratis edisi Hari Pers. Boleh kita ngobrol 15 menit?”
2. Masuk lewat “pintu belakang” → Jangan langsung tembak ke Bupati/Pengusaha top. Dekati dulu orang kepercayaannya: ajudan, staf ahli, ketua tim sukses. Bantu mereka, nanti diantar ke “ruang utama”.
3. Main di tempat mereka → Orang sukses ada di: seminar HIPMI, pelantikan pejabat, acara golf, launching proyek, Rakernas http://KOMPASPP.ID 😉 Undang mereka jadi narasumber. Itu cara elegan buat bergaul.
4. Dengerin 80%, ngomong 20% → Orang sukses suka didengarkan. Catat pola pikirnya. Sukses itu nular lewat _mindset_, bukan cuma kontak WA.
Tempat “nongkrong” orang sukses di Makassar:
– Hotel Claro pagi-pagi → Banyak pejabat ngopi
– Acara Kadin Sulsel→ Pengusaha kumpul
– Kantor Gubernur/Bupati → Setelah jam 2 siang, biasanya lebih santai
– Komunitas lari/sunset di CPI → Banyak CEO muda lari sore
—PRINSIP PENTING BOS JAMAL:
*”Kualitas circle = Kualitas masa depan”*.
Kalau tiap hari kumpul sama yang cuma bisa mengeluh, kita jadi tukang keluh.
Kalau tiap hari kumpul sama yang bahas peluang & solusi, otak kita otomatis cari jalan.
Mulai dari kecil:
Besok pas Rakernas 3 Mei, pilih 3 orang sukses yang diundang. Selesai acara, ajak ngopi 30 menit. Tanya 1 hal: _”Menurut Bapak, 1 kesalahan terbesar media lokal apa?”_
Dari situ koneksi kebangun bos.
Ingat: Kamu Pimred http://KOMPASPP.ID. Punya “pena” = punya pengaruh. Pakai itu buat buka pintu. Orang sukses butuh media yang independen buat jaga reputasi. Kamu butuh mereka buat belajar dan jaringan. Simbiosis bos 🤝















