Kompas Papua.id.Teminabuan, Rabu, 10/Juni/2026
di mulai pada pukul 09:00-09-50 selesai bertempat di depan halaman sekretariat Pemuda ada sub suku srer (SLOW BAILO) Distrik seremuk siap melakukan aksi penolakan kehadiran program nasional (PSN) pertanian padi di wilayah adat kami.
Ujarnya Darius sreifi Selaku ketua Komunitas Sub Suku Srer, ( Slow bailo) diri nya menyatakan bahwa Penolakan program Proyek Strategi Nasional (PSN): di wilayah adat Knasaimos Sub Suku Srer distrik seremuk umumnya disebabkan karena program-program tersebut merusak dan merampas tanah serta ruang hidup masyarakat adat, menggusur mereka dari tanah warisan leluhur, menghilangkan mata pencarian dan sumber daya alam lokal, serta menyebabkan kerusakan lingkungan seperti banjir dan pencemaran.
Lanjut Darius sreifi Masyarakat adat merasa tidak dilibatkan secara aktif dan bermakna dalam proses pengadaan tanah, serta tidak mendapatkan ganti rugi yang adil dan transparan, sehingga mereka menuntut penghentian PSN yang dianggap mengorbankan hak-hak rakyat kecil dan masyarakat adat.
Hilangnya Wilayah Adat dan Ruang Hidup:
Proyek PSN kerap kali membongkar hutan adat dan lahan milik masyarakat, memaksa mereka kehilangan tanah warisan yang menjadi sumber kehidupan.
Perampasan Hak dan Sumberdaya Alam:
Masyarakat adat merasa hak-hak mereka atas tanah, sumber pangan lokal (seperti daging rusa, ikan), dan sumber daya alam lainnya telah dirampas oleh proyek-proyek ini.
Kerusakan Lingkungan: PSN menyebabkan deforestasi besar-besaran, perusakan hutan, dan polusi air, yang berdampak pada bencana seperti banjir dan hilangnya mata pencarian.
Pengabaian Keadilan dan Hak Asasi Manusia:
Masyarakat adat sering kali tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan, tidak menerima ganti rugi yang adil, dan merasa hak-hak serta nasib mereka diabaikan oleh pemerintah dan perusahaan.
Memicu konflik Agraria: Penolakan ini sering kali merupakan respons terhadap peningkatan konflik agraria akibat pelaksanaan PSN yang merampas tanah rakyat.
Liputan Kompas Papua Sorong Selatan
Kami pemuda adat sub suku srer dengan tegas menolak kehadiran program nasional yang akan masuk di wilayah adat kami, Kami tidak mau hutan kami hancur.















