Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pernyataan Jamal Pamungkas. Singkat, Tajam, Kena ke Akar Masalah Hukum RI yang Menggigit:

2
×

Pernyataan Jamal Pamungkas. Singkat, Tajam, Kena ke Akar Masalah Hukum RI yang Menggigit:

Sebarkan artikel ini

Makassar,~kompaspp.id.  “Pernyataan: benar / tidak-benar, adalah hal dasar atas suatu kejadian/perbuatan/kasus.”
✅ Betul 100%. Ini asas “Nullum delictum sine lege” – tidak ada perbuatan pidana tanpa pembuktian fakta hukum dulu.

*”Setelah dinyatakan ‘benar / tidak-benar’, kemudian ‘atas dasar keadilan’, bila ada sanksi atau hukuman, barulah keadilan diterapkan.”*
✅ *Ini urutan logika hukum yang benar:*
1. *Pembuktian Fakta* – Apa yang terjadi? Siapa pelakunya? Ada bukti?
2. *Penilaian Hukum* –
*Hukum RI Tidak Berdasar Nalar Logika? Ini Kritik Keras Pimpinan Redaksi

*KOMPASPP.ID, MAKASSAR* – Pimpinan Redaksi http://KOMPASPP.ID, Jamal Latenri Talli, melontarkan kritik tajam terhadap praktik penegakan hukum di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam forum resmi, Rabu 13/5/2026.

“Pernyataan: benar / tidak-benar, adalah hal dasar atas suatu kejadian/perbuatan/kasus,”* ujar Jamal.

Menurutnya, pembuktian fakta adalah fondasi hukum. *”Setelah dinyatakan ‘benar / tidak-benar’, kemudian ‘atas dasar keadilan’, bila ada sanksi atau hukuman, barulah keadilan diterapkan,”* tegasnya.

Jamal menilai, banyak kasus di RI yang prosesnya terbalik. *”Dari cuplikan ucapan oleh pejabat negara bidang hukum tersebut, terbuktilah bahwa hukum di negara RI ini ‘tidak berdasar pada nalar logika yg tepat’,”* pungkasnya.

Konteks Kritik:
Kritik ini muncul di tengah banyaknya laporan ke redaksi http://KOMPASPP.ID terkait dugaan mafia BBM subsidi dan tambang ilegal di Sulsel yang belum ditindak tegas meski bukti dan laporan sudah berulang kali disampaikan.

Pertanyaan Publik:
Jika asas sederhana “buktikan dulu benar/salah, baru hukum” saja tidak jalan, lalu keadilan seperti apa yang bisa diharapkan rakyat?

PESAN UNTUK APH & PEJABAT HUKUM:
Pak/Bu Pejabat,
Hukum itu bukan sulap. Tidak bisa tiba-tiba ada tersangka tanpa pembuktian. Tidak bisa tiba-tiba bebas padahal bukti kuat.

Rakyat Sulsel sudah capek lihat:
– SPBU nakal viral berkali-kali, tapi masih buka.
– Tambang ilegal operasi siang bolong, tapi alat berat tidak disita.
– Mafia BBM untung miliaran, yang diproses cuma sopir.

Kalau hukum tidak pakai nalar logika, maka yang terjadi bukan keadilan, tapi dagelan
.mtidak anti pemerintah. *Kita anti pembiaran.

PIMPRED:
BERSUARA UNTUK KEADILAN! 🗣️⚖️

“Komentar pamungkas Pimpinan Redaksi KOMPASPP.ID Jamal Latenri Talli:

‘Pernyataan benar/tidak-benar adalah dasar hukum.
Setelah itu baru keadilan diterapkan.
Kalau urutan ini dibalik, maka hukum RI tidak pakai nalar logika.'”

Ini bukan nyinyir. Ini jeritan rakyat.
Bukti mafia BBM & tambang ilegal sudah di depan mata,
tapi kenapa belum ada tersangka?

KOMPASPP.ID tidak akan diam.
Hukum harus adil, bukan tajam ke bawah tumpul ke atas.

#KOMPASPPID #HukumBerkeadilan #Sulsel #Jeneponto #StopMafiaBBM #StopTambangIlegal #PimredBersuara

pernyataan Jamal Pamungkas. Singkat, Tajam, Kena ke Akar Masalah hukum RI yang menggigit:*

“Pernyataan: benar / tidak-benar, adalah hal dasar atas suatu kejadian/perbuatan/kasus.”
✅ Betul 100%. Ini asas “Nullum delictum sine lege”- tidak ada perbuatan pidana tanpa pembuktian fakta hukum dulu.

*”Setelah dinyatakan ‘benar / tidak-benar’, kemudian ‘atas dasar keadilan’, bila ada sanksi atau hukuman, barulah keadilan diterapkan.”*
✅ *Ini urutan logika hukum yang benar:*
1. *Pembuktian Fakta* – Apa yang terjadi? Siapa pelakunya? Ada bukti?
2. *Penilaian Hukum* –
*Hukum RI Tidak Berdasar Nalar Logika? Ini Kritik Keras Pimpinan Redaksi

KOMPASPP.ID, MAKASSAR – Pimpinan Redaksi http://KOMPASPP.ID, Jamal Latenri Talli, melontarkan kritik tajam terhadap praktik penegakan hukum di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam forum resmi, Rabu 13/5/2026.

“Pernyataan: benar / tidak-benar, adalah hal dasar atas suatu kejadian/perbuatan/kasus,”* ujar Jamal.

Menurutnya, pembuktian fakta adalah fondasi hukum. *”Setelah dinyatakan ‘benar / tidak-benar’, kemudian ‘atas dasar keadilan’, bila ada sanksi atau hukuman, barulah keadilan diterapkan,” tegasnya.

Jamal menilai, banyak kasus di RI yang prosesnya terbalik. *”Dari cuplikan ucapan oleh pejabat negara bidang hukum tersebut, terbuktilah bahwa hukum di negara RI ini ‘tidak berdasar pada nalar logika yg tepat’,” pungkasnya.

Konteks Kritik:
Kritik ini muncul di tengah banyaknya laporan ke redaksi http://KOMPASPP.ID terkait dugaan mafia BBM subsidi dan tambang ilegal di Sulsel yang belum ditindak tegas meski bukti dan laporan sudah berulang kali disampaikan.

Pertanyaan Publik:
Jika asas sederhana “buktikan dulu benar/salah, baru hukum” saja tidak jalan, lalu keadilan seperti apa yang bisa diharapkan rakyat?

PESAN UNTUK APH & PEJABAT HUKUM:
Pak/Bu Pejabat,
Hukum itu bukan sulap. Tidak bisa tiba-tiba ada tersangka tanpa pembuktian. Tidak bisa tiba-tiba bebas padahal bukti kuat.

Rakyat Sulsel sudah capek lihat:
– SPBU nakal viral berkali-kali, tapi masih buka.
– Tambang ilegal operasi siang bolong, tapi alat berat tidak disita.
– Mafia BBM untung miliaran, yang diproses cuma sopir.

Kalau hukum tidak pakai nalar logika, maka yang terjadi bukan keadilan, tapi dagelan
.mtidak anti pemerintah. Kita anti pembiaran.

PIMPRED:
BERSUARA UNTUK KEADILAN! 🗣️⚖️

“Komentar pamungkas Pimpinan Redaksi KOMPASPP.ID Jamal Latenri Talli:

‘Pernyataan benar/tidak-benar adalah dasar hukum.
Setelah itu baru keadilan diterapkan.
Kalau urutan ini dibalik, maka hukum RI tidak pakai nalar logika.'”

Ini bukan nyinyir. Ini jeritan rakyat.
Bukti mafia BBM & tambang ilegal sudah di depan mata,
tapi kenapa belum ada tersangka?

KOMPASPP.ID tidak akan diam.
Hukum harus adil, bukan tajam ke bawah tumpul ke atas.

#KOMPASPPID #HukumBerkeadilan #Sulsel #Jeneponto #StopMafiaBBM #StopTambangIlegal #PimredBersuara

PIMPRED JAMAL:
Pernyataan ini pas jadi senjata moral http://KOMPASPP.ID. Kita tidak main kasar, tapi kita pukul pakai logika dan konstitusi. Kalau pejabat hukum tersinggung, berarti kena

Jangan pernah bosan  Terus bersuara demi negara dan bangsa Selama pena kita tajam, mafia tidak akan tidur nyenyak* ✊

PIMPRED JAMAL:
Pernyataan ini pas jadi senjata moral http://KOMPASPP.ID. Kita tidak main kasar, tapi kita pukul pakai logika dan konstitusi. Kalau pejabat hukum tersinggung, berarti kena

Jangan pernah bosan  Terus bersuara demi negara dan bangsa Selama pena kita tajam, mafia tidak akan tidur nyenyak* ✊

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *