Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahInternasionalNasional

LIN Mimika Soroti Potensi Pendangkalan Luas di Pesisir Mimika Akibat Sedimentasi Tailing, Dorong Langkah Konkret Pemerintah dan PT Freeport Indonesia

280
×

LIN Mimika Soroti Potensi Pendangkalan Luas di Pesisir Mimika Akibat Sedimentasi Tailing, Dorong Langkah Konkret Pemerintah dan PT Freeport Indonesia

Sebarkan artikel ini

Liputan 4.idMimika, Papua Tengah 3 Desember 2025

Lembaga Investasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika menilai adanya potensi pendangkalan yang semakin meluas di wilayah pesisir Mimika akibat akumulasi sedimentasi tailing dari aktivitas produksi PT Freeport Indonesia. Perubahan bentang alam dan munculnya lahan-lahan baru di area pesisir menunjukkan bahwa proses sedimentasi berlangsung cepat dan memerlukan penanganan terpadu.

Ketua LIN Kabupaten Mimika irianto Inuri menjelaskan bahwa fenomena terbentuknya lahan baru di atas endapan tailing diperkirakan telah mencapai ±1.200 hektare, sementara sebagian material tailing diprediksi mengalir menuju muara dan laut, menyebabkan pendangkalan yang sangat terasa pada kondisi pasang–surut.Kesadaran bahwa dampak ini sudah terjadi membuat kami tidak tinggal diam.  Pungkasnya

 

Kami berkewajiban menyampaikan informasi ini kepada pemerintah dan perusahaan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Kami mendorong komitmen perbaikan, khususnya melalui kegiatan pengerukan pada area pelabuhan dan alur laut yang terdampak,” tegas LIN Mimika.

Komitmen dan Upaya Lingkungan yang Sedang BerjalanLIN Mimika mengakui adanya sejumlah upaya pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk:

1. Penanaman mangrove pada lahan-lahan baru di atas tailing, yang ditargetkan menjadi kawasan hutan mangrove produktif.

2. Teridentifikasi sekitar ±4.000 hektare hutan mangrove baru pada wilayah pesisir.

3. Komitmen PT Freeport Indonesia untuk menanam hingga 10.000 hektare mangrove hingga tahun 2041.

LIN menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap langkah rehabilitasi tersebut dan mendorong perencanaan jangka panjang agar daerah muara, pesisir, dan kawasan pelabuhan dapat dikelola optimal sehingga dampak tailing dapat diminimalkan, khususnya memasuki periode 2026 dan seterusnya.

 

 

Urgensi Pengerukan (Dredging) untuk Menjaga Navigasi dan Operasional Pelabuhan

Dalam perspektif global, hampir seluruh pelabuhan besar dunia melakukan kegiatan pengerukan (dredging) secara rutin untuk:

memperluas dan memperdalam jalur pelayaran,menjaga keselamatan navigasi,menjaga daya saing pelabuhan dalam menerima kapal berukuran besar,mengurangi risiko banjir,serta melakukan remediasi lingkungan tertentu.Setiap tahun, jutaan ton sedimen dikeruk dari dasar laut dan muara sungai. Endapan alami berupa pasir dan lumpur yang mengalir ke hilir semakin mempercepat pendangkalan pelabuhan jika tidak ditangani.

Kondisi ini juga dialami oleh Pelabuhan Pomako di Kabupaten Mimika, yang kini harus menghadapi masuknya kapal-kapal berukuran besar, bahkan mendekati ukuran kapal tambang. Untuk menjaga kelancaran operasional dan aksesibilitas pelayaran, pelabuhan harus melakukan pengerukan dasar laut di sekitarnya agar tetap kompetitif dan aman.

Apa itu Dumping?

Dalam kegiatan pengerukan, material sedimen yang telah diangkat harus ditempatkan ke lokasi lain. Proses pemindahan atau pembuangan sedimen ini disebut dumping.

  1. Dumping dilakukan dengan cara:

mengangkut sedimen dari lokasi pengerukan,

kemudian menempatkannya pada area tertentu di laut atau di daratan yang telah ditetapkan melalui kajian teknis dan perizinan.

LIN Mimika menegaskan pentingnya proses dumping yang sesuai regulasi, terukur, dan memiliki analisis dampak lingkungan yang jelas agar tidak menimbulkan permasalahan baru bagi ekosistem pesisir dan masyarakat.

Seruan LIN Mimika

LIN Kabupaten Mimika mengajak:

1. Pemerintah daerah dan pusat,

2. PT Freeport Indonesia,

3. Pemangku adat dan masyarakat pesisir,

4. Instansi lingkungan hidup,

 

 

untuk memperkuat koordinasi guna memastikan bahwa sedimentasi tailing dikelola dengan benar, dan kawasan muara maupun pelabuhan tetap dapat digunakan secara aman dan produktif.

“Kami mendukung penuh setiap langkah perbaikan yang dilakukan PT Freeport Indonesia dan pemerintah, serta mendorong percepatan penanganan pendangkalan agar masyarakat tidak terkena dampak dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir Mimika tetap berjalan dengan baik.”ungkapnya

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Lembaga Investasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika ketua DPD Papua Tengah irianto Inuri..(tim redaksi)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *