kompas papua id. TAROF, KOKODA 14 oktober 2026
Ketua DPRK Sorong Selatan, H. Kadir Anggiluli, menyerahkan langsung bantuan air minum sebanyak 500 galon dan beras kepada masyarakat di Kampung Tarof, ibu kota Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Rabu (14/10/2026).
Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah Kokoda yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyerahan bantuan secara langsung ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan pasokan air bersih dan bahan pangan di tengah kondisi kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Kehadiran bantuan air dan beras menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan utama untuk minum, memasak, dan menjaga kesehatan keluarga, sementara beras membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Bantuan Masih Terus Berjalan
Penyaluran bantuan kepada masyarakat Kokoda masih terus berjalan. Upaya ini diharapkan dapat menjangkau warga yang membutuhkan, khususnya masyarakat di wilayah yang mengalami dampak kekeringan.
Masyarakat berharap perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah serta berbagai pihak dapat terus berlanjut hingga kondisi kembali membaik. Selain bantuan darurat, diperlukan pula perhatian terhadap solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih di wilayah Kokoda.
Ketersediaan sarana penampungan air, distribusi air bersih, serta pembangunan fasilitas air yang memadai dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak kekeringan pada masa mendatang.
1. Krisis air bersih
Warga dapat mengalami kesulitan memperoleh air layak untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga. Dampaknya perlu diperiksa berdasarkan sumber air yang digunakan, jarak pengambilan air, serta ketersediaan air saat musim kering.
2. Beban kebutuhan pangan dan ekonomi keluarga
Pengeluaran rumah tangga dapat meningkat apabila warga harus membeli atau mengangkut air. Jika kekeringan turut memengaruhi kebun, hasil tangkapan ikan, atau sumber penghasilan lainnya, kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan pangan juga bisa terganggu.
3. Kesehatan dan pendidikan
Keterbatasan air untuk kebersihan dapat meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan sanitasi. Anak-anak juga berpotensi terganggu aktivitas belajar apabila harus membantu keluarga mencari air. Kondisi nyata perlu dikonfirmasi kepada puskesmas, sekolah, dan masyarakat.
4. Gangguan kehidupan masyarakat pesisir dan sungai
Perubahan debit sungai, kondisi sumur, atau kualitas sumber air dapat mempersulit kegiatan harian warga. Di wilayah pesisir dan dataran rendah, perlu pula diperiksa kemungkinan air menjadi payau atau terpengaruh pasang surut; hal ini tidak boleh dianggap terjadi tanpa pemeriksaan lapangan.

DAMPAK KEKERINGAN DAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI WILAYAH IMEKKO, KHUSUSNYA DISTRIK KOKODA
Kekeringan yang dilaporkan terjadi di wilayah Imekko, khususnya Distrik Kokoda, perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Persoalan ini perlu dilihat tidak hanya sebagai keadaan darurat akibat berkurangnya ketersediaan air, tetapi juga sebagai tantangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Dampak yang perlu diperiksa meliputi kesulitan memperoleh air untuk minum dan memasak, kebutuhan sanitasi rumah tangga, kelangsungan aktivitas pendidikan, kondisi kesehatan masyarakat, ketahanan pangan keluarga, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan ketika kondisi lingkungan mengering.
ketua DPRK Sorong Selatan H.kadiri anggiluli bersama pemerintah daerah perlu mendorong pendataan faktual mengenai jumlah masyarakat terdampak, kampung yang membutuhkan bantuan, ketersediaan sumber air, serta kecukupan distribusi air bersih dan bahan pangan.

Dalam jangka pendek, diperlukan penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, pemerintah perlu menyusun program penyediaan air bersih yang sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat Imekko, disertai perencanaan anggaran, pengawasan kualitas air, dan pemeliharaan fasilitas.
Penanganan tersebut diharapkan tidak berhenti pada bantuan darurat, melainkan menjadi dasar kebijakan agar masyarakat Distrik Kokoda memperoleh akses air bersih yang lebih aman dan berkelanjutan.
Penyaluran bantuan ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan dasar masyarakat harus mendapatkan perhatian bersama, terutama ketika warga menghadapi kondisi sulit akibat terbatasnya akses terhadap air bersih.
KOMPAS PAPUA ID
Peduli Masyarakat, Mengabarkan Fakta.















