Jeneponto,~Liputan4.id. Dengan Berkurangnya usia kita memasuki tahun 2026 ini semua semoga yang lagi sakit semoga disembuhkan dari penyakitnya dan yang lagi susah di balas dengan kegembiraan Aminn YRA Mari kita ber Do’a semua Akhir Tahun ini
Pengetuk Pintu Langit Tulisan Hamdan Hamedan, terdapat beberapa versi doa akhir tahun yang dapat kita amalkan. Mari Kita semua yang merasa umat Islam mengamalkan berikut ini!
Doa Akhir Tahun.
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتَبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْتَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنَي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيمٌ.
Allahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii ‘anhu, wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii, wa da’autanii ilat-taubati min ba’di jaraa-atii ‘alaa ma’shiyatika. Fa innii istaghfartuka, faghfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa’attanii ‘alaihits-tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha’ rajaa-ii minka yaa kariim.
Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتَبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَنِّي مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي اللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغَفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنَي وَلَا تَقْطَعْ رَجَانِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa shallallaahu ta’ala ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washahbihi wasallam. Allahumma maa ‘alimtu min ‘amalin fis-sanatil maadhiyati mimma nahaitanii ‘anhu wa lam atub minhu wa lam tardhahu wa nasiituhu wa lam tansahu wahalumta ‘annii ma’a qudratika ‘alaa ‘uquubatii wada’autanii ilat-taubati ba’da jaraa’atii `alaika. Allahumma innii astaghfiruka minhu faaghfirlii. Allahumma wa maa `amiltu min `amalin tardhaahu wa wa’adtanii ‘alaihits-tsawaaba wal ghufraana fataqabbalhu minnii wa laa taqtha` rajaa-ii minka yaa kariimu yaa arhamar rahimiin. Wa shallallaahu ta`aala ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, amal yang telah aku lakukan pada tahun lalu dari sekian amal yang Engkau cegah diriku darinya, yang aku belum tobat darinya dan Engkau pun tidak meridainya, yang telah aku lupakan namun tidak Engkau lupakan, Engkau telah berbuat bijak kepadaku meskipun sebenarnya mampu untuk menghukumku, Engkau menyeru kepadaku untuk bertobat setelah kenekatanku (bermaksiat) kepada-Mu. Ya Allah sungguh aku memohon ampunan kepada-Mu dari amal itu, maka ampunilah diriku. Ya Allah, dan amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridai dan Engkau janjikan pahala dan ampunan atasnya, maka terimalah amal itu dariku, dan jangan Engkau putus harapanku kepada-Mu, wahai Zat Yang Maha Mulia, wahai Zat Yang Maha Pengasih dari para kekasih. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.”
3. Doa Akhir Tahun Versi Ketiga
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَيْكَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي. اللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَانِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللَّهِ مَا دَامَ مُلْكُ اللَّهِ
Allahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fii hazihis sanati mimma nahaitanii ‘anhu walam tardhahu, wanasiituhu wa lam tansahu, wa halumta ‘alaiyya ma’a qudratika ‘alaa ‘uquubatii, wa da’awtanii ilaat-tawbati ba’da jaraa-atii ‘alaika. Allahumma innii astaghfirukaa minhu fagfirlii. Allahumma wa maa ‘amiltu fiihaa min ‘amalin tardhaahu wa wa’adtanii ‘alaihits-tsawaaba fataqabbalhu minnii, walaa taqtha’ rajaa-ii minka yaa kariimu yaa arhamar raahimiin. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin ‘adada ma fii ‘ilmillahi maa daama mulkullahi.
Artinya: “Ya Allah, amal yang telah aku lakukan pada tahun ini dari sekian amal yang Engkau cegah diriku darinya, yang Engkau pun tidak meridhainya, yang telah aku lupakan namun tidak Engkau lupakan, Engkau telah berbuat bijak kepadaku meski sebenarnya mampu untuk menghukumku, Engkau menyeru kepadaku untuk bertobat setelah kenekatanku (bermaksiat) kepada-Mu. Ya Allah sungguh aku memohon ampunan kepadamu dari amal itu, maka ampunilah diriku. Ya Allah, dan amal yang telah aku lakukan pada tahun itu yang Engkau ridai dan Engkau janjikan pahala dan ampunan atasnya, maka terimalah amal itu dariku, dan jangan engkau putus harapanku kepada-Mu, wahai Zat Yang Maha Mulia, wahai Zat Yang Paling Maha Pengasih dari para kekasih. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Muhammad sejumlah apa yang ada dalam ilmu Allah selama kerajaan-Nya langgeng.”
Dzikir yang Dianjurkan dalam Menyambut Tahun Baru Hijriah
Selain berdoa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir ketika akhir tahun sebagai bentuk introspeksi diri sekaligus permohonan ampunan serta perlindungan kepada Allah SWT. Dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun tulisan Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, terdapat dzikir khusus yang sebaiknya dibaca menjelang pergantian tahun, yaitu setelah shalat Ashar pada hari terakhir bulan Dzulhijjah atau sebelum masuk waktu Maghrib.
Dalam beberapa riwayat, dzikir dan doa ini diyakini dapat melindungi dari godaan setan selama setahun sebelumnya dan menjadi sebab ampunan dari Allah SWT. Berikut ini adalah susunan dzikir yang dianjurkan:
1. Membaca istighfar sebanyak 11 kali
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ
Astaghfirullahal ‘azhiim
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.”
2. Membaca shalawat Nabi sebanyak 11 kali
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad.”
3. Membaca Ayat Kursi sebanyak 7 kali
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Wa laa ya’uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.
Menjelang pergantian tahun.( 2025/2026 )
Semoga media liputan4 Indonesia makin bertambah sejahtera dan makin eksia dalam pemberitaan Agar di mata’ publik bermanfaat” Ujar (JP)
Reporter : Tim
Editor Al-Fatih















