Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Ketua Dewan Redaksi JP Selalu Berpesan & Mengingatkan Kepada Anggota Tim Media Liputan4 Indonesia Cara Membuat Berita Harus Menguasai 5W1H

56
×

Ketua Dewan Redaksi JP Selalu Berpesan & Mengingatkan Kepada Anggota Tim Media Liputan4 Indonesia Cara Membuat Berita Harus Menguasai 5W1H

Sebarkan artikel ini

Makassar ~ Liputan4indonesia.id Kamis.(25/09/2025)
Kita sering dihadapkan pada dua pilihan: menerima informasi begitu saja atau langsung menolaknya. Namun, jalan tengah yang paling bijak adalah memiliki rasa ragu yang sehat. Meragukan bukan berarti sinis atau menutup diri, melainkan langkah pertama untuk memahami informasi secara lebih mendalam
sebelum memutuskan untuk menerima atau menolaknya.

Agar pemberitaan berimbang di tengah banjir informasi yang kita terima diredaksi setiap hari, ari notifikasi berita atau rilis hingga unggahan media sosial, kontrol kemampuan untuk menyaring menjadi sangat berharga.

Kunci untuk navigasi di dunia modern ini adalah mengembangkan filter internal. Filter ini bukan untuk membuat kita lambat dalam merespons, tetapi untuk memastikan bahwa setiap informasi yang kita pegang dan sebarkan adalah informasi yang telah terverifikasi, akurat, dan tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Dengan melatihnya, kita menjadi konsumen informasi yang cerdas dan bertanggung jawab. Berikut adalah panduan untuk mengenali kapan saatnya untuk meragukan dan kapan saatnya untuk menerima suatu informasi.
Ragukan Informasi yang Memicu Emosi Secara Instan

Informasi yang dibuat dengan maksud tertentu seringkali dirancang untuk memanfaatkan emosi, seperti kemarahan, ketakutan, atau rasa kagum berlebihan. Jika sebuah headline atau pesan membuat Anda merasa sangat marah atau sangat takut hanya dalam beberapa detik, berhentilah sejenak. Itu adalah tanda peringatan. Informasi yang valid biasanya disajikan dengan lebih berimbang dan mendorong Anda untuk berpikir, bukan sekadar bereaksi secara emosional. Amati perasaan Anda sendiri; jika reaksi pertama adalah emosi yang kuat, itu saatnya untuk meragukan dan menyelidiki lebih lanjut.
Terima Informasi yang Bersumber Transparan dan Dapat Diperiksa

Sebuah informasi layak untuk diterima ketika disertaiTidak dengan sumber yang jelas dan dapat dilacak. Sumber yang baik menyebutkan lembaga, studi, atau ahli spesifik yang datanya dapat diverifikasi oleh publik. Misalnya, berita dari outlet media terpercaya yang mencantumkan narasumber dan pernyataan langsung, atau hasil penelitian dari jurnal ilmiah yang memiliki proses peer review. Transparansi sumber memungkinkan Anda atau orang lain untuk melakukan pengecekan ulang, yang merupakan inti dari keilmiahan dan akuntabilitas.
Ragukan Informasi yang Terlalu Sempurna atau Terlalu Dramatis

Cerita yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, atau terlalu buruk hingga sulit dipercaya, seringkali memang tidak benar. Informasi palsu kerap dibumbui dengan detail-detail dramatis yang tidak perlu untuk membuatnya lebih menarik atau meyakinkan. Jika sebuah cerita membuat Anda berkata, Benarkah itu bisa terjadi? maka kemungkinan besar jawabannya adalah tidak. Kehidupan nyata biasanya penuh dengan nuansa dan kompleksitas, bukan cerita hitam putih yang sempurna.
Terima Informasi yang Konsisten dari Sumber yang Berbeda-Beda

Ketika Anda menemukan sebuah informasi yang dilaporkan oleh berbagai sumber independen yang berbeda, kemungkinan kebenarannya lebih tinggi. Ini disebut konsensus atau konfirmasi silang. Misalnya, jika lima media dengan kepemilikan dan sudut pandang berbeda melaporkan suatu peristiwa dengan fakta inti yang sama, Anda dapat lebih percaya pada fakta tersebut. Konsensus tidak berarti semua detailnya akan sama persis, tetapi inti informasinya konsisten dan diverifikasi oleh banyak pihak.

Ragukan Informasi yang Meminta Anda untuk Segera Membagikannya

Pesan yang disertai dengan permintaan untuk disebarkan secepatnya, seringkali sebelum Anda sempat memverifikasinya, adalah tanda klasik informasi menyesatkan. Pembuatnya mengandalkan kecepatan penyebaran dan niat baik Anda untuk memperingatkan orang lain. Mereka tidak ingin Anda memiliki waktu untuk berpikir kritis. Setiap pesan yang mendesak Anda untuk menyebarkan tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu patut diragukan dan sebaiknya diabaikan.
Terima Informasi yang Mengakui Kompleksitas dan Batasan nya

Informasi yang kredibel jarang menyajikan jawaban yang mutlak dan sederhana untuk masalah yang rumit. Ilmu pengetahuan dan analisis yang baik biasanya mengakui adanya keterbatasan data, sudut pandang alternatif, dan ruang untuk ketidakpastian. Jika sebuah laporan atau artikel dengan jujur membahas apa yang belum diketahui atau potensi kelemahan dalam argumennya, itu justru menunjukkan integritas dan kedewasaan. Informasi seperti ini layak diterima karena dibuat dengan kejujuran intelektual “Ujar (JP)

Editor : al-Fatir
Reporter : Anjasmara

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *