BONE – Liputan4.idindonesia. jumat,(19/09/2025) Dugaan penyelundupan solar subsidi kembali marak terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Akibatnya sejumlah kendaraan truk harus mengantre berjam-jam bahkan hingga bermalam di sejumlah SPBU lantaran stok solar habis dan langka.
Penyelundupan solar subsidi yang terjadi di Bone, disinyalir diperjualbelikan kepada perusahaan industri dan tambang dengan harga yang lebih tinggi.
Baca Juga
Rismono Sebut Ketua DPRD Bone Tidak Walk Out, Paripurna Tetap Sah
Salah seorang sumber IH, menyebut, modus para oknum penyelundup solar subsidi ini yakni memanfaatkan Surat Rekomendasi pembelian solar petani dan nelayan.
“Modusnya mereka untuk mendapatkan solar dalam jumlah besar yakni memakai surat rekomendasi dari petani dan nelayan,” terang IH, Rabu (17/9/2025).
IH menyebut, dalam satu surat rekomendasi milik petani misalnya mereka bisa membeli solar sebanyak 1.000 liter perbulannya, jika tiga bulan berarti 3.000 liter.
“Bayangkan kalau 1.000 liter perbulan untuk satu rekomendasi, berarti pertiga bulan mereka mendapatkan 3.000 liter solar subsidi,” terangnya.
Ia mengungkapkan, jika jatah pembelian solar subsidi petani hingga 1.000 liter perbulannya merupakan hal yang mustahil dihabiskan oleh petani.
Baca Juga
Polda Sulsel Diminta Usut Dugaan Penyelundupan Solar Subsidi di Bone
“Tidak mungkin 1.000 liter ini dihabiskan petani, masa traktor atau combine harvester jalan setiap hari, bisa meledak dong,” ungkapnya.
Saat ditanya soal kemungkinan para penyelundup menggunakan barcode palsu untuk membeli solar subsidi, IH menyebut kemungkinan itu sangat sedikit.
“Kalau barcode palsu mungkin saja, tapi percuma juga karena ada batasan pembelian untuk kendaraan. Tentunya cuma sedikit,” jelasnya















