Proyek Percetakan Sawah di Desa Ledu-Ledu Jadi Sorotan warga.
Luwu Timur-Kompas Papua.id. Proyek percetakan sawah kini menjadi sorotan masyarakat ledu-ledu Warga menilai pekerjaan proyek dilakukan secara asal-asalan dan tidak sesuai harapan masyarakat setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, proyek percetakan sawah tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek sebagaimana mestinya. Kondisi itu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait sumber anggaran, volume pekerjaan, hingga pihak pelaksana kegiatan.
Beberapa warga mengaku kecewa lantaran ada titik pekerjaan yang hanya dilakukan penggalian atau pembuatan lubang, kemudian ditinggalkan begitu saja tanpa adanya kelanjutan pekerjaan.
Akibatnya, lahan yang sebelumnya diharapkan dapat segera dimanfaatkan sebagai area pertanian produktif, kini justru terlihat terbengkalai.
“Sebagian lokasi hanya digali lalu ditinggalkan. Tidak ada kejelasan kapan dilanjutkan,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Meski demikian, masyarakat juga membandingkan dengan pekerjaan yang dikelola kelompok tani lain di lokasi berbeda yang dinilai lebih baik dan sudah mulai dimanfaatkan. Pada lahan yang dikerjakan kelompok tani tersebut, area persawahan bahkan sudah ditanami dan menunjukkan hasil yang cukup baik.
Warga menilai perbedaan kualitas pekerjaan itu sangat terlihat jelas di lapangan. Mereka berharap proyek percetakan sawah yang saat ini menjadi sorotan dapat segera mendapat perhatian serius dari instansi terkait.
Masyarakat meminta pemerintah maupun dinas terkait turun langsung melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan perencanaan serta anggaran yang telah dialokasikan.
Selain itu, warga juga berharap adanya transparansi dalam pelaksanaan proyek pemerintah agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas manfaat dan progres pekerjaan yang dilakukan di wilayah mereka.
Hingga berita ini di Rilis pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan masyarakat tersebut. tim*















