Bulukumba ~ Kompaspp.id Rabu.(22/April/2026)
Pihak Kontraktor H. Sahar Menjelaskan ke awak media kompaspp.id bahwasanya Pekerjaan “Proyek yg yang kami kerjakan itu pak sebenarnya itu anggaran lama. Baru beberapa hari ini harga semua bahan naik, terutama minyak BBM. Pekerjaan tersebut masih dalam proses, belum selesai. Tidak boleh di-justifikasi atau menuding kami melakukan tindak pidana korupsi. Itu salah,” tegas H. Sahar saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
H. Sahar menambahkan, pekerjaan yang masih berjalan tidak boleh diganggu. Penilaian baru bisa dilakukan setelah proyek selesai 100 persen atau jika ditemukan kerusakan. “Kecuali sudah selesai namun mengalami kerusakan dan retak-retak, itu tidak masalah. Tapi kan ada juga namanya dana pemeliharaan dan masa waktu enam bulan,” ujarnya.
*Masukan Warga: Minta Gali Depan Masjid*
Tim http://Kompaspp.id kemudian mengkonfirmasi warga Dusun Motoamgin, Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, berinisial T. Ia mengaku kualitas campuran aspal sudah bagus, namun memberi masukan teknis.
“Kalau pekerjaan proyek kualitas campurannya itu bagus pak, mantap. Hanya itu saja kami punya masukkan pak, minta digali di depan masjid sedikit aja. Agar lebih kuat lagi ketahanan pekerjaan proyek pengaspalan tersebut. Kalau memang ada di dalam RAB, tetapi kalau tidak ada di dalam regulasi RAB, kita minta tolong mami saja pak dengan pelaksananya,” ujar warga berinisial T.
*Pelaksana Proyek: Memang Sudah Direncanakan*
Menindaklanjuti hal tersebut, Tim Investigasi http://Kompaspp.id mengkonfirmasi pelaksana lapangan, Rudi. Ia menyatakan masukan warga sudah sejalan dengan rencana kerja.
“Memang itu pak rencana saya. Mau saya suruh gali dengan anggota pekerja itu nanti, agar pekerjaan proyek pengaspalan dan pembangunan talud bertahan lama dan dinikmati oleh masyarakat Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan,” pungkas Rudi.
Sebelumnya, sejumlah aktivis di Bulukumba menggelar aksi protes dan menuding proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Hingga berita ini diturunkan, *Kompaspp.id* masih berupaya mengkonfirmasi pihak aktivis dan dinas terkait untuk pemberitaan berimbang.
Reporter: Muh Yunus *Ka. Biro Bulukumba*
*Editor: Firman, SE*















