Jakarta ~ Liputan4indoneaia.id Selasa.(10/03/2026) PT Pertamina (Persero) dikabarkan sedang melakukan pengadaan atau tender bahan bakar minyak (BBM) berupa dua kargo solar dengan sulfur 0,25% masing-masing sebesar 200.000 barel dan dua kargo bensin RON 98 masing-masing berukuran 35.000 barel.
Pencarian kargo BBM oleh Pertamina tersebut dilakukan ketika harga minyak dunia memanas.
Per hari ini saja, harga Brent untuk pengiriman Mei naik 17% menjadi US$108,42/barel pada pukul 9 pagi di Singapura, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 19% menjadi US$108,33/barel. Harga berjangka melonjak hingga rekor 36% pekan lalu.
Namun, dalam dokumen tender yang dilihat Bloomberg, kargo solar atau diesel atau gasoil dengan kadar sulfur 0,25% tersebut untuk jadwal pengiriman 28—30 Maret 2026.
Satu kargo akan dikirim dengan basis cost and freight (CFR) ke Kilang Tuban, Jawa Timur dan kargo lainnya dengan basis CFR ke Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan.
Baca Juga
Sulfur Terimbas Krisis Iran, RI Impor 75% dari Area Teluk Persia
Konflik Iran Dorong Harga Minyak Melonjak di Atas US$100
UEA & Kuwait Mulai Kurangi Produksi Minyak usai Blokade Hormuz
Artikel Terkait
Donald Trump tiba di Gedung Putih, 4 Januari 2026. Sumber: Bloomberg Businessweek
Trump Timbang Beberapa Opsi Buat Tekan Harga BBM Saat Usai Iran
Energi | 1 jam yang lalu
Pengisian ulang bahan bakar minyak di SPBU./Bloomberg-David Paul Morris
ESDM, Pertamina Soal Stok BBM RI 23 Hari: Bukan Setelahnya Habis
Energi | 2 jam yang lalu
Dok: PIS
Pertamina Bicara Kabar 2 Tankernya yang Terjebak di Selat Hormuz
Energi | 2 jam yang lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik
Energi | 15 jam yang lalu
(Dok. Pertamina Patra Niaga)
Kilang Pertamina Operasi Penuh Antisipasi Lonjakan BBM Lebaran
Energi | 16 jam yang lalu
Truk tangki PT Pertamina di depo gas LPG















