Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahInternasionalNasional

Lintas Invesrtigasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah Profil dan Sejarah PT Freeport Indonesia

36
×

Lintas Invesrtigasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah Profil dan Sejarah PT Freeport Indonesia

Sebarkan artikel ini

liputan4,mimika 27 februari 2026

LIN Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah memastikan bahwa PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, serta memiliki fasilitas pemurnian (smelter) di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

PT Freeport Indonesia adalah perusahaan pertambangan yang menambang dan memproses bijih untuk menghasilkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas, dan perak. Kegiatan operasional penambangan dilakukan di dataran tinggi terpencil Pegunungan Sudirman, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kepemilikan Saham

Mayoritas saham PT Freeport Indonesia saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia melalui holding industri pertambangan BUMN, yaitu:

  • PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID)

  • PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM)

Sementara itu, saham minoritas dimiliki oleh perusahaan asal Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, yaitu:

  • Freeport-McMoRan

Sejarah Awal

Sejarah panjang keberadaan Freeport di Papua berawal jauh sebelum berdirinya perusahaan tersebut.

Catatan Awal Pegunungan Salju Papua

Pada tahun 1623, seorang pelaut Belanda bernama Johan Carstensz mencatat dalam buku hariannya tentang keberadaan pegunungan tinggi yang sebagian tertutup salju di wilayah selatan Papua. Saat itu, ia berlayar menggunakan dua kapal, Aernem dan Pera. Catatan tertanggal 16 Februari 1623 tersebut sempat menjadi bahan cemoohan karena dianggap tidak masuk akal adanya salju di daerah tropis.

Ekspedisi Belanda dan Pemetaan Papua

Pada periode 1904–1905, lembaga geografi Belanda, Koninklijke Nederlandsche Aardrijkskundig Genootschap (KNAG), mengadakan ekspedisi ke Papua Barat Daya dengan tujuan utama membuktikan keberadaan pegunungan bersalju tersebut.

Walaupun ekspedisi awal belum berhasil menemukan puncak yang dimaksud, perhatian pemerintah kolonial Belanda terhadap wilayah Papua semakin besar. Pemetaan wilayah Papua kemudian dilakukan melalui ekspedisi militer pada tahun 1907 hingga 1915.

Beberapa ekspedisi terkenal dipimpin oleh Dr. H.A. Lorentz dan Kapten A. Franzen Henderschee dengan sasaran mencapai Puncak Wilhelmina (kini dikenal sebagai Puncak Sudirman) dengan ketinggian sekitar 4.750 meter. Nama Lorentz kemudian diabadikan menjadi nama Taman Nasional Lorentz.

Penemuan Ertsberg

Pada tahun 1936, seorang geolog Belanda bernama Jean Jacques Dozy menemukan cadangan bijih yang dikenal sebagai Ertsberg atau “Gunung Bijih”. Data dan sampel batuan tersebut kemudian dibawa ke Belanda untuk diteliti lebih lanjut.

Penemuan ini menjadi cikal bakal kegiatan pertambangan modern di Papua. Beberapa dekade kemudian, kerja sama antara pihak Belanda dan perusahaan Amerika membuka jalan bagi eksplorasi lebih lanjut oleh perusahaan yang kemudian berkembang menjadi bagian dari Freeport.

Masa Awal Investasi Asing

Pada awal pemerintahan Presiden Soeharto, pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU No. 1 Tahun 1967) sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional.

Kebijakan tersebut membuka peluang bagi perusahaan asing, termasuk Freeport, untuk melakukan investasi dan pengembangan tambang di Papua. Pimpinan Freeport saat itu melihat peluang besar untuk melanjutkan eksplorasi dan pengembangan tambang yang sebelumnya telah diidentifikasi.

PT Freeport Indonesia kini menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia yang berkontribusi terhadap penerimaan negara, pembangunan daerah, serta penyediaan lapangan kerja, khususnya di Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah.

Sejarah panjang eksplorasi wilayah Papua hingga berdirinya perusahaan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua memiliki perjalanan historis yang panjang, mulai dari ekspedisi penjelajahan hingga menjadi salah satu pusat pertambangan dunia.

liputan 4 mimika

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *