Jeneponto ~ Liputan4indonesia.id Rabu.(25/ Feb/2026) Praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) Subsidi jenis solar di wilayah kabupaten Jeneponto kecamatan Tarowang SPBU tarowang kembali Mencuat jadi sorotan publik Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas industri seperti , industry Perkebunan dan pertambangan yang diduga sebagai pembeli bahan bakar solar dari pasar gelap
Menurut informasi sumber salah satu pengusaha kapal nelayan bahwa dirinya pernah ke SPBU Tarowang membeli bahan bakar minyak solar untuk ke nelayan namun anehnya sy mau beli solar dan membawa surat rekemendasi dari pihak dinas perikanan dan lengkap barcode Saya pak tapi kenapa saya di suruh beli solar ke oknum pelangsir inisial dg nai mandus itu kan bukan karyawan SPBU pak dia juga mengambil di SPBU pak dan dia bukan nelayan pak dia itu pelangsir tidak Jelas dia petunjuknya” Ujar hj somba.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tarowang menurut informasi yang dikumpulkan dari berbagai masyarakat di Jeneponto wilayah kecamatan Tarowang mengungkapkan bahwa praktik ilegal yang di lakukan oleh oknum pengawas inisial (WB) kerap terduga melakukan kerjasama dengan sekelompok oknum mafia BBM jenis solar bersubsidi.
Menurutnya, solar subsidi dari SPBU Tarowang dan kerap diselewengkan dengan menggunakan mobil-mobil motor ojek Pelangsir ditampung oleh oknum tersebut minyak bahan bakar bersubsidi.
minyak solar bersubsidi jatah SPBU dan SPBN rapi ‘disekolahkan’ atau diperoleh dari antrian mobil para pelangsir pengepul yang kemudian ditampung oleh sejumlah kuota cukup besar lalu disalurkan ke sejumlah sekolompok Oknum mafia BBM jenis solar bersubsidi
Ia juga menyoroti maraknya preman yang terlibat dalam pengaturan antrean solar subsidi, serta banyaknya pengusaha SPBU yang ingin menjual usaha mereka akibat tekanan dari berbagai pihak.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan pihak PT Pertamina regional dan Aparat Penegak Hukum Diwilayah hukum polres Jeneponto polda sulawesi Selatan terhadap penyaluran pendistribusian SPBU Biringkanaya solar subsidi yang disalurkan bagi SPBU nakal’ .
Seorang pelaku bisnis solar ilegal yang mengaku juga turut mengakui bahwa pasar solar ilegal sangat menggiurkan dan tetap eksis hingga kini. Menurutnya, para pelaku adalah orang orang yang sama, “ mereka yang main ya itu-itu juga,” katanya.
Dari pengakuan beberapa pelaku usaha ilegal lainnya yang berhasil ditemui tim redaksi, media liputan4 Indonesia mereka menyebut bahwa bisnis solar black market masih menjadi jalan pintas untuk memperoleh kekayaan secara cepat—terutama bila terdapat koordinasi dari pihak dinas terkait yang berwewenan karena mereka bungkusnya rapi, apalagi kalau pemain lama pasti koneksi kuat,” jelas salah satu pemain minyak bersubsidi berkedok industri
(Tim)















