Liputan4.id Mimika, Papua Tengah 10 February 2026
Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika memastikan telah terjadi keributan yang melibatkan dua kelompok warga kampung di Distrik Kapiraya pada hari ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat sejak pagi tadi, keributan tersebut mengakibatkan adanya korban luka dari salah satu pihak yang terlibat. Para korban telah mendapatkan penanganan awal, sementara situasi terus dipantau oleh aparat keamanan.
Keributan diduga dipicu oleh tidak dibukanya pemalangan Sasi adat oleh warga Kampung Kapiraya, yang sebelumnya dilakukan oleh masyarakat Kampung Mogodagi di area Jembatan Kilometer 2. Kondisi ini memicu kesalahpahaman dan kemarahan dari warga Kampung Mogodagi, hingga berujung pada konflik antarwarga.
Secara struktural, tanggung jawab penanganan keamanan telah dikoordinasikan dengan jajaran Kapolres Mimika. Pihak kepolisian membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa saat ini situasi di lokasi telah berhasil dikendalikan. Aparat keamanan gabungan telah disiagakan di lokasi kejadian guna meredam potensi konflik lanjutan, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
LIN Kabupaten Mimika mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri, mengedepankan penyelesaian secara adat, dialog, dan musyawarah, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebagaimana pepatah mengingatkan:
“Api yang membakar rumah sendiri hanya meninggalkan abu di telapak sendiri.”
Konflik horizontal tidak pernah membawa manfaat, melainkan kerugian bagi semua pihak.
LIN Kabupaten Mimika berharap seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan dapat bersama-sama menjaga kedamaian, persatuan, dan stabilitas keamanan di Distrik Kapiraya dan wilayah Mimika pada umumnya.
Regards,
Kastria Ordo Van Oranje Nassau
LIN Kabupaten Mimika















