Liputan4.id Mimika, Papua Tengah 10 February 2026
Lembaga Independen Nasional (LIN) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pembongkaran jalan di Distrik Wegemuka, Kabupaten Paniai, khususnya pada ruas Kampung Kugitadi hingga Kampung Muyadebe.
Sikap ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan hidup, terutama dalam upaya melindungi mata air yang selama ini menjadi sumber utama kehidupan masyarakat setempat. Wilayah Kugitadi–Muyadebe dikenal sebagai kawasan yang memiliki banyak sumber mata air alami yang menopang kebutuhan air bersih warga.

LIN Kabupaten Mimika menilai bahwa rencana pembongkaran jalan oleh pihak terkait berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat merusak sumber mata air, mengganggu aliran sungai, serta mencemari air yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, memasak, berkebun, dan beternak.
Pembongkaran jalan juga berisiko menyebabkan mata air menjadi keruh, aliran sungai tersumbat, bahkan memicu banjir, terutama saat musim hujan. Dampaknya tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga dapat merusak kebun masyarakat, ternak, serta permukiman warga.
Sebagian besar masyarakat Kabupaten Paniai diketahui menggantungkan hidup dari sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, dengan memanfaatkan air dari sumber-sumber alami. Jika lingkungan mengalami kerusakan, maka keberlangsungan hidup masyarakat akan ikut terancam.
Penolakan terhadap rencana pembongkaran jalan ini juga telah disuarakan oleh masyarakat akar rumput, baik melalui jumpa pers bersama awak media maupun dalam aksi damai mahasiswa yang digelar di depan Kantor DPRD Kabupaten Paniai. Langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral bersama dalam menjaga lingkungan hidup dan keberlanjutan sumber daya alam.
Selain berdampak pada lingkungan, rencana pembongkaran jalan juga dinilai berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat akibat debu, serta meningkatkan risiko kerusakan tanaman, ternak, dan rumah warga akibat luapan air saat musim hujan.
Atas dasar tersebut, LIN Kabupaten Mimika bersama masyarakat berharap dan mendesak Pemerintah Kabupaten Paniai dan Bupati Paniai untuk menghentikan rencana pembongkaran jalan di Distrik Wegemuka, khususnya pada ruas Kugitadi–Muyadebe, demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat setempat.
Demikian siaran pers ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen bersama dalam menjaga alam Papua untuk generasi sekarang dan yang akan datang.
Jurnalis liputan 4
Kastria Ordo van Oranje Nassau















