liputan4.id 29 november 2025
Sorong Selatan, Papua Barat Daya — Musyawarah Besar (MUBES) II Suku Besar Imekko sukses dilaksanakan di Distrik Inanwatan, Sorong Selatan, dengan melibatkan lima wilayah pemerintahan dan perwakilan dari berbagai kabupaten/kota se-Tanah Papua. Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Suku Besar Imekko Sorong Selatan yohan Bodori
ini menjadi momentum penting bagi penguatan identitas, persatuan, serta perjalanan menuju pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Imekko.kegiatan berlangsung mulai dari tanggal 27 hingga 29 november 2025 di distrik inanwatan.
Mubes II ini turut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, yang dalam kunjungannya secara resmi membuka kain selubung Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Imekko sebagai simbol dukungan terhadap aspirasi masyarakat adat Imekko.bersama forkopimda papua barat daya ,serta bupati maybrat Karel Furafer SH,MA
begitu pula kehadirsn Bupati sorong selatan Petronela Krenak
“Saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh masyarakat adat Imekko yang telah menyelenggarakan Mubes II dengan tertib, penuh kekeluargaan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat. Kehadiran perwakilan dari lima distrik — Inanwatan, Kais, Metemani, Kokoda, dan Kokoda Utara — serta tamu dari berbagai kabupaten dan provinsi di Tanah Papua, menunjukkan kuatnya komitmen bersama untuk menjaga identitas dan persatuan suku besar Imekko.
Saya merasakan langsung semangat dan kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan mubes. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Imekko memiliki kapasitas besar untuk mengelola proses adat secara mandiri, bijaksana, dan bermartabat. Pelaksanaan mubes juga berlangsung aman, lancar, dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pihak.”
“Melalui Mubes II ini, saya mengajak seluruh masyarakat Imekko untuk terus menjaga persatuan enam suku besar—Bira, Kaiso, Mareno, Nerigo, Iwaro, dan Yamueti Kokoda—sebagai fondasi utama dalam membangun Sorong Selatan yang maju dan berdaya. Hasil-hasil mubes adalah keputusan adat yang harus kita hormati bersama sebagai arah baru bagi kepemimpinan dan penguatan kelembagaan adat Imekko.
Kita juga menyadari bahwa perjuangan menuju Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Imekko adalah aspirasi besar masyarakat. Pemerintah daerah tetap membuka ruang dialog dan koordinasi untuk memastikan bahwa setiap langkah ditempuh secara konstitusional, tertib, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Saya berpesan kepada para tetua adat, pemimpin terpilih, tokoh perempuan, dan generasi muda Imekko agar terus menjaga keharmonisan, memperkuat pendidikan adat, serta bekerja bersama pemerintah dalam membangun pelayanan publik, ekonomi masyarakat, dan perlindungan terhadap tanah dan budaya kita.
Semoga Mubes II menjadi momentum penting yang membawa berkat dan kemajuan bagi masyarakat Imekko dan bagi seluruh Sorong Selatan.”ungkapnya
Selain itu, MUBES II juga menetapkan George K. Dedaida, Anggota DPRP Papua Barat Daya terpilih, sebagai Kepala Suku Imekko se-Papua Barat Daya melalui proses pemilihan adat yang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh rasa persaudaraan.
Wilayah Peserta Mubes
Pelaksanaan MUBES II diikuti oleh lima distrik utama di kawasan Imekko, yaitu:
Distrik Inanwatan
Distrik Kais
Distrik Metemani
Distrik Kokoda
Distrik Kokoda Utara
Perwakilan dari Berbagai Daerah
Selain peserta dari Sorong Selatan, hadir pula perwakilan masyarakat Imekko dari berbagai daerah, antara lain:
Provinsi Papua
Provinsi Papua Barat
Kota Sorong
Kabupaten Sorong
Kabupaten Raja Ampat
Kabupaten Tambrauw
Kabupaten Maybrat
Kabupaten Sorong Selatan
Serta berbagai komunitas Imekko perantauan lainnya
Enam Suku Besar Imekko
MUBES II mempertemukan enam suku besar yang menjadi bagian dari komunitas adat Imekko, yaitu:
Suku Bira
Suku Kaiso
Suku Mareno
Suku Nerigo
Suku Iwaro
Suku Yamueti Kokoda
Pelaksanaan MUBES II ini menjadi tonggak bersejarah dalam memperkuat struktur adat, mempersatukan seluruh komponen masyarakat, serta memperjelas arah perjuangan pembentukan Kabupaten Imekko sebagai daerah otonom baru. Kehadiran Gubernur Papua Barat Daya memberikan dorongan moral sekaligus simbol dukungan terhadap aspirasi masyarakat adat.
Mubes ini diharapkan menjadi dasar penguatan lembaga adat, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan memperkokoh persatuan enam suku besar Imekko di Tanah Papua.
Kepala Suku Imekko pada Pelaksanaan MUBES II Suku Besar Imekko yohan Bodori dalam penyampaiannya”
“Saya menyampaikan syukur dan hormat kepada Tuhan serta leluhur tanah Imekko karena Mubes II dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh persaudaraan. Kehadiran para tetua adat, pemerintah daerah, generasi muda, dan seluruh perwakilan dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa masyarakat Imekko tetap bersatu menjaga martabat dan jati diri kita. Mubes ini bukan hanya acara adat, tetapi momentum besar yang menguatkan ikatan enam suku besar: Bira, Kaiso, Mareno, Nerigo, Iwaro, dan Yamueti Kokoda. Saya bangga melihat semangat dan partisipasi seluruh peserta yang hadir dari lima distrik dan berbagai kabupaten/kota di Tanah Papua.”
“Kepada seluruh masyarakat Imekko, mari terus menjaga persatuan dan menghormati keputusan yang telah kita tetapkan bersama dalam Mubes II ini. Perjuangan menuju Daerah Otonomi Baru Kabupaten Imekko masih panjang dan membutuhkan komitmen kita semua. Saya mengajak seluruh suku besar, generasi muda, pemerintah daerah, serta seluruh keluarga besar Imekko di mana pun berada untuk terus mendukung proses ini secara bijak, damai, dan bermartabat.
Saya juga berpesan agar kepemimpinan adat yang terpilih, termasuk Kepala Suku Imekko se-Papua Barat Daya, dapat menjalankan amanah dengan jujur, tegas, dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. Mari kita rawat tanah adat, budaya, dan nilai-nilai Imekko sebagai warisan yang harus dijaga lintas generasi. pungkasnya
Semoga hasil MUBES II ini menjadi dasar kuat bagi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Imekko, serta membawa berkat bagi Sorong Selatan dan Papua Barat Daya.”
liputan4 sorong selatan .( tim redaksi )


















