Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

LIN Kabupaten Mimika Tegaskan Komitmen Pengembangan Papua Berdasarkan Enam Wilayah Adat

49
×

LIN Kabupaten Mimika Tegaskan Komitmen Pengembangan Papua Berdasarkan Enam Wilayah Adat

Sebarkan artikel ini

Liputan4. Id mimika 24 November 2025

Mimika — Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, melalui ketuanya irianto inuri menyampaikan bahwa arah pembangunan Papua harus tetap berpijak pada pengakuan atas enam wilayah adat yang telah menjadi dasar penataan sosial, budaya, dan pembangunan di Tanah Papua. Keenam wilayah adat yang dimaksud antara lain Mamta, Saireri, Bomberai, Domberai, Meepago, Lapago, dan Animha.

Penegasan ini sejalan dengan berbagai pernyataan yang selama ini disampaikan oleh pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan di Papua maupun tingkat nasional, bahwa pembangunan berkelanjutan harus menghormati struktur adat yang hidup dan diakui oleh masyarakat Papua.

Ketua LIN Kabupaten Mimika menyebutkan bahwa penguatan wilayah adat bukan hanya menyangkut identitas kultural, tetapi juga menjadi kerangka strategis untuk memastikan arah pembangunan yang tepat sasaran serta menghormati hak-hak masyarakat adat.

Sebagai anak negeri, kita memiliki tanggung jawab moral dan sejarah untuk memastikan bahwa pembangunan di Papua dilakukan dengan menghormati struktur wilayah adat. Komitmen ini menjadi landasan utama dalam menjaga martabat masyarakat Papua sekaligus mendukung tata kelola pembangunan yang berkeadilan,” tegasnya.

 

LIN Kabupaten Mimika juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap enam wilayah adat membantu pemerintah dan semua lembaga terkait dalam merumuskan kebijakan yang lebih terukur, partisipatif, dan selaras dengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua.

Selain itu, LIN mengajak seluruh elemen pemerintahan, lembaga adat, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas untuk terus memperkuat sinergi dalam pembangunan yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

“Komitmen bersama sebagai anak negeri Papua bukan hanya slogan. Ia adalah panggilan untuk terus menjaga keharmonisan, memperjuangkan kepentingan masyarakat adat, serta memastikan bahwa setiap proses pembangunan berpihak pada kesejahteraan rakyat Papua,” lanjutnya.

 

Dengan adanya penegasan ini, LIN Kabupaten Mimika berharap seluruh pemangku kepentingan semakin fokus dalam mewujudkan pembangunan Papua yang menyeluruh, adil, dan berkelanjutan berdasarkan nilai-nilai adat serta kearifan lokal.

LIN Kabupaten Mimika Propinsi Papua Tengah sejalan dengan pernyataan bahwa pengembangan Papua ada 6 wilayah adat antara lain Mamta, Saireri, Bomberai, Domberai, Meepago, Lapago, dan Animha sejalan dengan komitmen kita bersama sebagai anak negeri adalah sentimen yang sering diungkapkan oleh berbagai pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat di Indonesia. Hal ini mencerminkan komitmen nasional untuk mempercepat pembangunan di Tanah Papua (yang kini terdiri dari enam provinsi) demi mencapai kesejahteraan yang setara dengan daerah lain di Indonesia.

Beberapa aspek utama dari komitmen ini meliputi:
Integrasi Nasional: Pembangunan di Papua dipandang sebagai bagian integral dari upaya mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pemerataan Kesejahteraan: Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dan infrastruktur, memastikan masyarakat asli Papua (OAP) merasakan manfaat pembangunan secara langsung.
Otonomi Khusus: Pemberian status Otonomi Khusus (Otsus) melalui UU Nomor 21 Tahun 2001 (dan perubahannya) merupakan landasan hukum utama untuk memberdayakan pemerintah daerah dan masyarakat adat dalam mengelola sumber daya dan menentukan arah pembangunan mereka sendiri.
Kolaborasi Multipihak: Percepatan pembangunan Papua didorong melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat sipil, dan pelaku usaha, dengan penekanan pada partisipasi aktif anak-anak Papua sendiri sebagai pelaku utama pembangunan.
Fokus pada Sumber Daya Manusia (SDM): Terdapat komitmen kuat untuk memajukan sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk program pengiriman mahasiswa ke luar negeri dan rekrutmen tenaga guru, untuk meningkatkan kualitas SDM Papua.
Secara keseluruhan, pernyataan tersebut menegaskan kembali visi bersama bahwa masa depan Papua yang damai, maju, dan sejahtera adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa Indonesia. Slm , Kastria ordo van oranje Nassau.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *