Makassar,~Liputan4.id. Raleigh menutup naskah The History of the World dengan kalimat ini, seolah meneriakkan ke dunia: “Hei, kau lupa checkout time!” Ia yang menaklukkan lautan dan istana akhirnya sadar, semua bendera hanya dipinjam oleh angin.
Bayangan yang kita kejar bisa berupa follower, proyeksi kekayaan, atau bahkan anak-anak yang harus “sukses” versi kita. Kita bangun istana pasir, lupa terbitnya air. Raleigh ingatkan: semua label “private property” hanya ilusi titik di peta.
Tapi bukan berarti hidup tak berarti; justru karena sementara, setiap tetes kasih jadi mahal. Kita bukan pemilik, hanya kreator. Tugas kita bukan menggenggam tanah, tukar menjaga tanaman tumbuh untuk penghuni selanjutnya.















