Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita
21
×

Sebarkan artikel ini

Tokoh agama memberikan pesan Kamtibmas Menjelang HUT RI ke-81 untuk bersama-sama menjaga agar situasi tetap aman. Selain itu juga memberikan edukasi terkait informasi bohong yang kerap menajdi potensi gangguan Kamtibmas.

“Kita menggelar Sosialisasi Kamtibmas menjelang HUT kemerdekaan RI Ke-81 dan mengawal program pemerintah dengan tema gereja menjaga kedamaian, mengawal kemajuan bangsa,” kata Pendeta Gereja Pekabaran Injil, Karel Kofiay.

Kegiatan sosialisasi itu berlangsung pada suarakeadilannews.Id.Teminabuan Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIT berlangsung di Jalan Sengget, Kelurahan Kaibus, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya.

“Kita berkumpul pada hari ini juga untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi yang sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama menjelang peringatan HUT RI Ke-81 di wilayah kita Kabupaten Sorong Selatan,” katanya.

Ia mengatakan sebagai umat gereja yang taat diharuskan untuk ikut terlibat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Terutama pada provokasi-provokasi yang terdapat di sosial media.

” Informasi bohong dan provokatif yang tersebar di media, jangan mudah terpengaruh dan percaya pada hal yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” ucapnya.

Ia mengatakan lain halnya dengan firman-firman yang selama ini di dengar karena isi dalam firman merupakan hal yang sudah pasti. Jadi diharapkan agar dalam menyikapi informasi yang berada di sosial media dengan secara dewasa dan tidak mudah terprovokasi sehingga dapat saling menjaga keamanan dan ketertiban umum.

“Selain itu kita juga sebagai gereja perlu untuk sama-sama mendukung program pemerintah yang ada di wilayah Kabupaten Sorong Selatan. Program yang telah dibentuk tentunya sangat dibutuhkan dan dapat berdampak positif bagi kita semua jika kita laksanakan dan dukung dengan maksimal,” bebernya.

Ia mengatakan terciptanya keamanan dan ketertiban di masyarakat merupakan tanggungjawab bersama. Keamanan hanya dapat tercipta dari sendiri. Jika semua sadar untuk saling menjaga emosi dan pikiran maka dapat menyelesaikan segala permasalahan melalui diskusi tanpa adanya konflik antar pihak yang dapat mengganggu sesama masyarakat.

“Mati kita jaga fasilitas umum yang terdapat di wilayah kita ini. Jangan libatkan fasilitas umum dalam menyampaikan aspirasi kita. Jangan ada lagi masyarakat yang merusak fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, kantor pemerintahan ataupun fasilitas kesehatan yang ada di wilayah kita ini,” bebernya.

Sebagai umat gereja harus berperan aktif serta sebagai pilar dari keamanan di wilayah ini. Sebagai umat yang beragama diajarkan untuk menjadi teladan dan panutan bagi sesama.

“Kita harus menerapkan kasih dan kedamaian yang telah diajarkan oleh firman-firman Tuhan yang selama ini selalu kita dengar dan pelajari. Mari kita cukup sampaikan doa yang baik terhadap berita ataupun informasi yang tersebar di sosial media dan mengharapkan kondisi kita akan terus baik dan aman,” katanya.

Ia mengatakan sebagai orang yang beragama dengan baik harus dapat menjadi penengah dan mampu mendamaikan kondisi serta situasi yang ada. Jangan terlibat permasalahan yang sedang meningkat dan memperkeruh situasi.

“Selain itu kita terus berdoa untuk peringatan HUT RI Ke-81 dan kedaulatan Bangsa kita. Itulah peran kita sebagai gereja untuk taat secara hukum dan mencintai NKRI serta turut menjaga persatuan bangsa,” urainya.

“Terakhir saya sampaikan kita perlu bersyukur bahwa wilayah kita sempat tidak mempunyai apa-apa dan sekarang telah terdapat dan tersedia berbagai macam kebutuhan yang telah dibangun oleh negara kita ini,” tutupnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *