Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahNasionalpendidikan

Pembina OSIS SMP Negeri 15 Meyah MDI Apresiasi Seminar Sehari Sumpah Pemuda di Distrik Testega

57
×

Pembina OSIS SMP Negeri 15 Meyah MDI Apresiasi Seminar Sehari Sumpah Pemuda di Distrik Testega

Sebarkan artikel ini

KOMPAS PAPUA .ID | PEGUNUNGAN ARFAK — Rabu, 28 Oktober 2026

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, OSIS SMP Negeri 15 Meyah MDI Testega menggelar seminar sehari yang berlangsung di ruang kelas IX.B SMP Negeri 15 Meyah MDI, Distrik Testega, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Marten Sreklefat, S.Pd., selaku Pembina OSIS SMP Negeri 15 Meyah MDI Testega. Ia menyampaikan penghargaan kepada Ketua OSIS Frengky Derebi, Sekretaris Septerius Iba, Bendahara Julistiana Iba, seluruh koordinator bidang, serta kader-kader OSIS yang telah bekerja sama menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurut Marten, pelaksanaan seminar sehari ini merupakan langkah positif dalam membangun semangat generasi muda, khususnya para pelajar di Distrik Testega dan enam kampung di wilayah sekitarnya, agar mampu mengembangkan pola pikir kritis, mandiri, dan bertanggung jawab.

“Tema yang diangkat dalam kegiatan ini menjadi dasar bagi kita untuk menajamkan cara berpikir kritis pemuda, pelajar, dan mahasiswa, khususnya yang berada di wilayah Pegunungan Arfak, terutama di Distrik Testega,” ujar Marten.

Ia menegaskan bahwa kegiatan peringatan Sumpah Pemuda tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Sebaliknya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pendidikan, organisasi, persatuan, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan daerah.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah positif yang diambil oleh rekan-rekan OSIS. Ini sesuatu yang patut kita dukung, evaluasi, dan tingkatkan agar ke depannya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan lebih meriah,” ungkapnya.

Marten juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti seminar tersebut. Berdasarkan keterangannya, kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri atas pelajar tingkat SD dan SMP serta para dewan guru. Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan adanya semangat untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan diri di kalangan generasi muda.

Ia berharap melalui kegiatan semacam ini, para pelajar semakin termotivasi untuk berani menyampaikan pendapat, membangun kemampuan berpikir kritis, serta melahirkan gagasan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Generasi muda perlu dipersiapkan melalui pendidikan, organisasi, dan berbagai kegiatan positif lainnya. Kita harus memberikan motivasi serta kesempatan kepada para pemuda dan pelajar untuk berkarya, membawa perubahan, dan menghadirkan inovasi baru bagi kemajuan kampung, distrik, kabupaten, hingga bangsa,” katanya.

Lebih lanjut, Marten menyebut bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama dalam membina generasi muda Papua agar memiliki wawasan luas, pemikiran kritis, kecerdasan, dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan daerahnya.

“Pemuda adalah garda terdepan dalam gerakan perubahan untuk kemajuan suatu daerah. Karena itu, saya berharap ke depannya kita terus bekerja sama mempersiapkan generasi muda agar semakin cerdas, mampu berpikir kritis, dan memiliki semangat untuk membangun Tanah Papua,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marten turut menyampaikan terima kasih kepada para guru, pihak gereja, pemerintah, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan seminar sehari tersebut. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Yanis Iba, S.T.H., M.Ag., yang hadir sebagai pemateri dalam kegiatan diskusi.

Menutup penyampaiannya, Marten berharap semangat peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat terus diwujudkan melalui kegiatan pendidikan, diskusi, dan pengembangan kapasitas generasi muda secara berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang bagi pelajar dan pemuda agar dapat berkembang, berprestasi, serta mengambil bagian dalam pembangunan Distrik Testega dan Kabupaten Pegunungan Arfak.

Penulis: Marten Sreklefat, S.Pd.
KOMPAS PAPUA

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *